MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP STRATEGI
Pendahuluan
Evaluasi terhadap strategi suatu organisasi bisnis, merupakan tahapan akhir dari manajemen stratejik. Tahapan ini sangat penting, karena kapasitasnya dalam mengoordinasikan tugas yang dilakukan oleh berbagai pihak (seperti manajer, kelompok atau unit kerja, dll), melalui kontrol kinerja. Evaluasi strategi akan sama pentingnya dengan perumusan strategi. Karena, melalui evaluasi strategi akan dapat memberikan efisiensi dan efektivitas rencana komprehensif dalam mencapai hasil yang diinginkan.
Proses evaluasi strategi
Menurut sebuah tulisan dalam situs www.managementstudyguide.com, proses evaluasi strategi terdiri dari beberapa langkah berikut;
- Fixing benchmark of performance
Sambil memperbaiki tolak ukur, ahli strategi akan menghadapi pertanyaan seperti; tolak ukur apa yang harus ditetapkan, bagaimana mengaturnya dan bagaimana mengekspresikannya. Karena itu, dalam menentukan kinerja benchmark yang akan ditetapkan, penting untuk menemukan persyaratan khusus untuk melakukan tugas utama. Indikator kinerja yang paling baik akan mengidentifikasi dan mengungkapkan persyaratan khusus untuk digunakan dalam evaluasi. Organisasi dapat menggunakan kriteria kuantitatif dan kualitatif untuk penilaian kinerja yang komprehensif. Kriteria kuantitatif mencakup penentuan laba bersih, ROI, penghasilan per saham, biaya produksi, tingkat pergantian karyawan, dll. Faktor-faktor kualitatif adalah evaluasi subyektif faktor-faktor seperti keterampilan dan kompetensi, potensi pengambilan risiko, fleksibilitas, dll.
- Measurement of performance
Kinerja standar adalah tolak ukur untuk membandingkan kinerja yang sebenarnya. Sistem pelaporan dan komunikasi membantu dalam mengukur kinerja. Apabila tersedia sarana yang tepat untuk mengukur kinerja, dan apabila standar ditetapkan dengan cara yang benar, evaluasi strategi menjadi lebih mudah. Tetapi berbagai faktor seperti kontribusi manajer sulit diukur. Demikian pula kinerja divisi yang juga sulit untuk diukur dibandingkan dengan kinerja individu. Dengan demikian, tujuan variabel harus dibuat terhadap pengukuran kinerja yang dapat dilakukan. Pengukuran harus dilakukan pada waktu yang tepat. Untuk mengukur kinerja, laporan keuangan seperti; neraca dan laporan laba rugi harus disiapkan setiap tahun.
- Analyzing Variance
Saat mengukur kinerja aktual dan membandingkannya dengan kinerja standar, mungkin ada varian yang harus dianalisis. Para ahli strategi harus menyebutkan tingkat batas toleransi di mana perbedaan antara kinerja aktual dan standar dapat diterima. Deviasi positif menunjukkan kinerja yang lebih baik, sedangkan deviasi negatif sebaliknya. Ahli strategi harus menemukan penyebab penyimpangan dan harus mengambil tindakan korektif untuk mengatasinya.
- Taking Corrective Action
Setelah penyimpangan kinerja diidentifikasi, penting untuk merencanakan tindakan korektif. Apabila kinerja secara konsisten kurang maksimal, maka ahli strategi harus melakukan analisis rinci tentang faktor-faktor yang bertanggung jawab untuk kinerja tersebut. Apabila potensi organisasi tidak sesuai dengan persyaratan kinerja, maka standar harus diturunkan. Tindakan korektif lainnya adalah dengan merumuskan kembali strategi yang mengharuskan kembali ke proses manajemen strategis, membingkai ulang rencana sesuai dengan tren alokasi sumber daya baru dan titik awal proses manajemen strategis.