Browse By

MENGELOLA AKTIVA TETAP DI INSTALASI BEDAH RS

Pendahuluan

Industri RS, banyak berinvestasi pada aktiva tetap baik berupa gedung maupun peralatan canggih. Instalasi atau unit bedah, merupakan salahsatu unit yang terkait dengan investasi RS tersebut. Karena itu, pengelolaan aktiva tetap secara tepat mutlak dilakukan di instalasi/unit bedah RS. Hal ini akan membantu mencarikan potensi penghematan dalam investasi aktiva tetap dan menghemat waktu dalam prosesnya. 

Tujuan investasi RS

Perlu dilakukan usaha khusus agar investasi aktiva tetap di unit bedah RS dapat optimal. Artinya, investasi yang dilakukan benar-benar menghasilkan return terbaik bagi RS. Pemanfaatan investasi aktiva tetap di RS dapat:

  • Memaksimalkan efektivitas pelayanan dengan merampingkan proses pemeliharaan untuk memperpanjang umur aset dan meningkatkan produktivitas;
  • Mengurangi pengeluaran untuk persediaan dengan menghindari pembelian persediaan yang tidak dibutuhkan,
  • Meningkatkan pemanfaatan ”garansi” dengan perbaikan yang memenuhi syarat untuk klaim garansi; dan
  • Meningkatkan kehandalan dan manajemen risiko dengan mengantisipasi dan mengurangi ketidakvalidan aktiva serta risikonya.

Gambaran siklus hidup aktiva tetap[1]

Berikut adalah gambaran Lifecyle Aset logis dengan proses Pengadaan dan Pemeliharaan. Secara umum, siklus hidup aktiva tetap yang dimaksud dimulai dengan saat dibeli, digunakan, dipelihara, hingga proses penggantian.

Sistem pelayanan kesehatan secara historis, berfokus pada manajemen aset tetap dan pemenuhan kepatuhan peraturan minimal. Tantangannya adalah sebagian besar data tentang aset tetap terkait dengan aplikasi berbeda (setiap aktiva alat plus software klinisnya), sehingga tidak memungkinkan untuk digabungkan dengan system (software) RS secara keseluruhan. Sebagian besar dari software terkait aktiva tersebut, mempertahankan data yang berlebihan dan menggunakan definisi data yang berbeda. Padahal, apabila bisa digabungkan dengan system RS secara keseluruhan, informasi tersebut akan sangat bermanfaat dalam melakukan pengelolaan aktiva tetap.

Kebanyakan organisasi pelayanan kesehatan percaya bahwa pemeliharaan aktiva tetap meningkatkan kemampuan operasional, namun terkadang dipandang sebagai biaya dan bukan sebagai investasi. Ada banyak peralatan yang diperlukan untuk menjaga fungsi kamar operasi berada pada efisiensi puncak. Jika kerusakan chiller, penurunan daya dan generator yang bermasalah, atau gas medis tidak mengalir dengan efisien, akan berpotensi meningkatkan biaya (pemeliharaan) bagi RS. Hal yang paling mungkin akan terjadi adalah peningkatan biaya untuk pemeliharaan, merawat, atau bahkan akan melakukan pembelian aktiva tetap baru untuk menggantikan aktiva tetap sebelumnya.

Meningkatkan Turnover kamar operasi melalui Manajemen Aset Bedah (part 2)


[1] Ricky Arredondo (2014), fixed-asset-management-for-healthcare, www.sierra-cedar.com;

 

comments