Browse By

KONSEP “BERMITRA” DALAM BLUE OCEAN STRATEGY

Pendahuluan

Dalam Blue Ocean Strategy (BOS), untuk mencapai biaya sasaran maka organisasi bisnis harus memiliki tiga tuas utama, yaitu; 1) merampingkan operasional & memperkenalkan inovasi biaya, 2) bermitra, & 3) mengubah model pemberian harga dalam industri. Pada tulisan ini akan menjelaskan tentang tuas kedua yang harus dimiliki organisasi agar mencapai biaya sasaran. Pembahasan dalam tulisan ini, tetap mengacu pada buku Renée Mauborgne & W. Chan Kim (2005) berjudul, "Blue Ocean Strategy”.

Bermitra (tuas kedua)

Selain merampingkan proses operasional dan memperkenalkan inovasi biaya, tuas kedua yang bisa ditarik perusahaan untuk mencapai biaya sasaran adalah dengan bermitra. Dalam memperkenalkan produk atau jasa baru ke pasar, banyak perusahaan yang berpikiran salah dengan berusaha melakukan sendiri segala kegiatan produksi dan distribusi mereka. Terkadang, hal terjadi karena perusahaan melihat produk atau jasa tersebut sebagai suatu landasan untuk mengembangkan kapabilitas baru. Bisa juga karena perusahaan tidak mempertimbangkan pilihan-pilihan lain yang tersedia di luar.

Bermitra memberi perusahaan cara untuk mendapatkan kapabilitas yang dibutuhkan secara cepat dan efektif, sembari sekaligus menurunkan struktur biaya. Bermitra memungkinkan perusahaan untuk mengalahkan keahlian dan economies-of-scale perusahaan lain. Bermitra mencakup menutupi kelemahan-kelemahan dalam kapabilitas melalui akuisisi-akuisisi kecil yang cepat dan murah, sehingga mampu memberikan akses kepada keahlian yang dibutuhkan yang sudah dikuasai.

Sebagian besar dari kemampuan IKEA untuk memenuhi biaya sasarannya, misalnya, datang dari bermitra. IEKA mencari harga termurah untuk produksi dan bahan baku melalui cara bermitra dengan sekitar 1500 perusahaan manufaktur di lebih dari 50 negara demi memastikan biaya termurah dan produksi tercepat untuk produk-produk dalam lini IKEA yang berjumlah sekitar 20.000 item. Hal lainnya dapat dilihat pada perusahaan peranti lunak aplikasi terkemuka Jerman, SAP. Melalui kemitraannya dengan Oracle, SAP menghemat ratusan juta, atau malah miliaran dolar dalam biaya pengembangan dan dalam mendapatkan pangkalan data pusat kelas dunia, yaitu pangkalan data milik Oracle, yang menjadi jantung dari produk inti SAP, R/2 dan R/3.

Baca Juga:  UPAYA MEROBOHKAN RINTANGAN POLITIS DALAM BOS

SAP melangkah lebih jauh dan juga bermitra dengan perusahaan perusahaan konsultan terkemuka, seperti Capgemini & Accenture, untuk mendapatkan tenaga wiraniaga global dalam waktu semalam dengan tanpa biaya tambahan. Sementara Oracle mencatatkan biaya tetap berupa tenaga wiraniaga, yang jumlahnya lebih sedikit. Dalam laporan keuangannya, SAP mampu memanfaatkan jaringan global kuat Capgemini & Accenture untuk menjangkau konsumen sasaran SAP dengan tanpa implikasi biaya bagi perusahaan.