Browse By

TRANSFORMASI KEUANGAN ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN

Pendahuluan
Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya dengan judul ”Beberapa cara organisasi pelayanan kesehatan mencapai transformasi keuangan”. Pada tulisan tersebut dijelaskan tentang dua (dari lima) contoh cara organisasi mencapai transformasi keuangan untuk menjaga kesehatan keuangan jangka Panjang, mengacu pada artikel dalam situs www.healthcatalyst.com. Tulisan ini akan menjelaskan 3 cara sisanya (tetap mengacu pada artikel tersebut), yaitu: Increasing Cash Flow with Data and Analytics, Confronting Healthcare’s Cost Problem, & Delivering Cost-Effective Care with Activity-Based Costing.
Increasing Cash Flow with Data and Analytics (3)
Menurut survei CEO RS tahun 2018 oleh American College of Healthcare Executives, tantangan keuangan merupakan masalah nomor satu yang dihadapi RS saat ini. Sebagai tanggapan, para pemimpin layanan kesehatan harus mencari peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan kinerja keuangan dan penggantian. Beberapa strategi umum termasuk mengurangi jumlah akun penangguhan tagihan, mengurangi average colection period (lama/hari piutang) dan mengelola kasus tagihan yang belum habis (discharged not final billed/DNFB). Organisasi dapat mengambil tindakan berikut untuk meningkatkan arus kas menggunakan data dan analitik:
  • Memahami alasan umum akun tetap tidak ditagih,
  • Mengidentifikasi peluang untuk perbaikan,
  • Menggunakan analitik data & perbaikan proses untuk mencapai tujuan keuangan,
  • Menciptakan peningkatan yang langgeng.
Confronting Healthcare’s Cost Problem (4)
Sudah terlalu lama RS di AS (bahkan hampir di seluruh dunia) berfokus pada peningkatan pendapatan, volume, dan pertumbuhan. Pada saat yang sama, sistem perawatan kesehatan telah menyia-nyiakan ratusan miliar dolar untuk ketidakefisienan rantai pasokan, variasi, duplikasi layanan, dan manajemen tenaga kerja yang tidak optimal. Hal ini menyebabkan pengeluaran melebihi pendapatan. Perawatan kesehatan telah berfokus pada pendapatan begitu lama sehingga industri telah melupakan runaway costs yang disebabkan oleh biaya tenaga kerja & teknologi yang tinggi, penggunaan sumber daya yang tidak efisien, dan limbah pasokan. Recognizing the cost problem merupakan langkah pertama yang signifikan untuk menyelesaikannya. Lima strategi pengendalian pengeluaran dapat membantu sistem kesehatan kembali ke posisi keuangan yang lebih kuat, yaitu:
  • Fokus kembali pada manajemen tenaga kerja,
  • Mengelola dokter yang dipekerjakan,
  • Menguah ”lingkungan pertemuan” pasien,
  • Meningkatkan pendekatan standar dengan tekhnologi,
  • Mengelola akses dan aliran pasien melalui sistem kesehatan.
Baca Juga:  BERBAGAI STRATEGI PEMASARAN RS YANG HARUS DITERAPKAN (PERSONALISASIKAN PENJANGKAUAN MELALUI INISIATIF DEI, ”HUMANIZE” MEREK AGAR LEBIH TERLIBAT DENGAN KONSUMEN, & AUDIT KINERJA PEMASARAN RS)
Delivering Cost-Effective Care with Activity-Based Costing (5)
Memberikan perawatan berkualitas tinggi dan hemat biaya untuk populasi pasien tertentu dalam jalur layanana, hampir tidak mungkin dilakukan tanpa metodologi penetapan biaya yang canggih. Activity-based costing (ABC) memberikan pandangan biaya yang bernuansa dan komprehensif selama proses perjalanan pasien dan dapat mengungkapkan "biaya perawatan sebenarnya". Biaya sebenarnya untuk setiap produk dan layanan berdasarkan konsumsi aktualnya. Dengan memahami biaya perawatan yang sebenarnya, pemimpin layanan kesehatan dapat mengidentifikasi populasi yang berisiko lebih awal & menerapkan intervensi yang efektif dengan lebih cepat (misalnya, pemantauan yang lebih hati-hati & pemeriksaan lebih awal). Sistem kesehatan yang memanfaatkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dari ABC mendapatkan manfaat lebih lanjut dengan menerapkan proses yang sama/ serupa, & tindakan perbaikan klinis di seluruh lini layanan lainnya.