Browse By

TANTANGAN YANG HARUS DIATASI DALAM TRANSFORMASI DIGITAL (Part 2)

Pendahuluan

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya dengan judul: ” Tantangan yang harus diatasi dalam transformasi digital”. Pada tulisan tersebut telah dipaparkan 6 (dari 11) tantangan terpenting yang perlu dipertimbangkan ketika menjalankan proyek transformasi digital, mengacu pada pendapat Olmstead (2022)[1]. Masih mengacu pada pendapat Olmstead tersebut, tulisan ini akan memaparkan 5 tantangan sisanya, yaitu; Security concerns, Budget constraints, Culture mindset, Siloed organizational structure, & Measuring ROI.

Security concerns (7)

Tantangan yang dihadapi banyak organisasi bisnis di industri sensitif data adalah masalah privasi dan keamanan siber. Hal ini dapat terjadi, karena sebagian besar upaya transformasi digital terlibat dalam upaya meninggalkan solusi on-premise untuk beralih ke cloud dan mengintegrasikan seluruh data perusahaan ke dalam satu sistem terpusat. Kondisi tersebut sekaligus menciptakan adanya peningkatan ancaman serangan siber yang mencuri data pelanggan dan rahasia perusahaan. Serangan online dapat menargetkan kerentanan sistem, pengaturan yang buruk, dan pengguna yang tidak menaruh curiga. Karena itu, penting bagi manajemen untuk mempunyai rencana proaktif dalam memitigasi ancaman ini sebelum terjadi. Datangkan pakar keamanan siber untuk membantu mengidentifikasi kelemahan pertahanan system yang ada dan memberikan pelatihan keamanan siber kepada karyawan.

Budget constraints (8)

Transformasi digital bukanlah investasi murah. Bagi organisasi dengan strategi transformasi yang kurang baik, scope creep perlahan-lahan dapat memperlambat tenggat waktu dan menambah pekerjaan baru, yang semuanya menambah biaya proyek. Ditambah lagi dengan pekerjaan konsultasi, perubahan kebutuhan pelanggan, atau kesalahan IT, maka biaya transformasi digital akan meningkat secara drastis. Kondisi tersebut penting untuk menjadi perhatian manajemen, terutama dalam mengidentifikasi tujuan jangka panjang dan ROI yang ingin dicapai dari proses transformasi tersebut. Melakukan hal ini akan membantu manajemen dalam memahami pengeluaran apa yang terlalu banyak dan ruang apa yang dimiliki untuk meningkatkan anggaran.
Baca Juga:  MEMBUAT ”A WINNER MARKETING PLAN” DI RS (Part 2)

Culture mindset (9)

Organisasi dengan sistem lama dan proses manual sering kali memiliki mentalitas kuno. Segala sesuatunya berubah secara perlahan, otomatisasi tidak disukai, dan teknologi baru terasa sulit untuk diadopsi. Tantangan terbesar dalam transformasi digital adalah tantangan budaya. Semua orang, mulai dari pimpinan hingga karyawan baru harus memiliki pemikiran yang sama. Setiap orang harus siap melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak takut mempelajari hal-hal baru.

Siloed organizational structure/Struktur organisasi yang terisolasi (10)

Di banyak organisasi, departemen atau tim mungkin beroperasi secara terpisah, sehingga menyebabkan kolaborasi dan komunikasi yang buruk, alokasi sumber daya yang tidak efisien, upaya yang duplikasi, dan pendekatan yang terfragmentasi sehingga menghambat keberhasilan inisiatif transformasi digital. Struktur organisasi yang buruk dan kurangnya interaksi antar tim dapat menghambat aliran ide dan inovasi, sementara data yang terputus-putus dapat berdampak negatif terhadap pengambilan keputusan.

Measuring ROI (11)

Mengidentifikasi laba atas investasi (ROI) untuk proyek transformasi digital bisa jadi sulit, karena manfaatnya mungkin tidak terlihat atau dapat diukur secara langsung. Tantangan ini dapat menimbulkan skeptisisme dan keengganan untuk berinvestasi dalam inisiatif digital di masa depan, sehingga memperlambat kemajuan. Hal ini tentunya berbeda dengan investasi tradisional, dimana keberhasilan proyek transformasi digital mungkin tidak terlihat atau diukur secara langsung. Selain itu, nilai yang diperoleh dari inisiatif digital sering kali melampaui metrik finansial dan mencakup peningkatan dalam pengalaman pelanggan, produktivitas karyawan, dan ketangkasan bisnis. Kesulitan dalam menentukan ROI secara akurat dapat menimbulkan skeptisisme dan keengganan untuk berinvestasi pada inisiatif digital di masa depan, sehingga memperlambat kemajuan upaya transformasi digital. [1] Levi Olmstead, 2022 (updated 2023), 11 Critical Digital Transformation Challenges to Overcome (2023)