Browse By

STRATEGI SELANDIA BARU DALAM MELAKUKAN PEMBUKAAN KEMBALI DI TAHUN 2022

Pendahuluan

Pengalaman Selandia Baru dalam menangani pandemi, merupakan kisah sukses yang menonjol secara global. Hasilnya, menurut laporan New York Times, kasus COVID-19 di negara ini hanya 2.905, dengan 26 kematian akibat virus. Selain menutup perbatasannya lebih awal, Selandia Baru menerapkan salah satu penguncian paling ketat di dunia, yang memungkinkannya membatasi penyebaran virus. Namun, pendekatan ini telah menghasilkan yang terbaik bagi warganya.

Keberhasilan menangani pandemi di Selandia Baru, tidak membuat negara ini langsung membuka diri secara golbal. Pemerinta Selandia Baru merencanakan akan mulai melonggarkan pembatasan perbatasan, mulai awal tahun depan (2022). Hal ini memungkin turis asing yang telah divaksinasi dari negara-negara berisiko rendah untuk masuk tanpa harus dikarantina.

Rencana pembukaan kembali Selandia Baru tahun 2022

Pemerintah Selandia Baru merencanakan bahwa pada awal tahun 2022, turis asing yang telah divaksinasi dari negara-negara berisiko rendah dapat memasuki negara ini tanpa harus dikarantina. Rencana tersebut akan di awali dengan program baru yang dimulai pada bulan Oktober. Pernyataan pemerintah mengatakan bahwa Selandia Baru juga akan menguji coba program untuk memungkinkan beberapa pelancong yang kembali untuk mengisolasi diri di rumah antara Oktober dan Desember tahun ini.  Program ini akan diberlakukan bagi warga Selandia Baru yang telah divaksinasi & kembali ke negara tersebut, dapat mengisolasi diri di rumah dan melewati karantina hotel 14 hari yang saat ini diperlukan. Pada saat yang sama, pemerintah Selandia Baru akan memajukan jadwal vaksinasi.

Rencana pemerintah Selandia Baru untuk membuka pintunya bagi turis asing yang divaksinasi dari negara-negara berisiko rendah mulai awal 2022, menandakan adanya relaksasi tentatif dari kontrol perbatasan pandemi yang ketat di negara itu. Dalam pidatonya, perdana menteri Ardern mengatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan program vaksinasi Covid-19 Selandia Baru, sebagai persiapan untuk pembukaan kembali secara bertahap. Arden menambahkan bahwa tujuan utama kebijakan baru tersebut adalah untuk mendapatkan perjalanan bebas karantina untuk semua turis asing yang divaksinasi. Menurut Ardern, penutupan perbatasan hanyalah tindakan sementara untuk mencegah Covid, sebelum vaksin dikembangkan dan dikelola. Ardern menambahkan bahwa selama bukti ilmiah menunjukkan bahwa kita dapat dengan aman beralih dari pertahanan perbatasan ke pelindung individu vaksin, maka itu adalah arah yang akan kita tuju.

Sebagai bagian dari pembukaan kembali, pemerintah Selandia Baru akan menerapkan sistem berbasis risiko berjenjang untuk memasuki negara itu mulai awal 2022. Melalui sistem tersebut, turis asing yang telah divaksinasi & memasuki Selandia Baru dari negara berisiko tinggi masih harus dikarantina di fasilitas yang dikelola selama 14 hari. Tetapi, bagi mereka yang berasal dari negara berisiko sedang dapat mengurangi karantina atau diizinkan untuk isolasi mandiri. Sementara turis asing yang berasal dari negara berisiko rendah akan diizinkan masuk tanpa harus dikarantina. Namun, Selandia Baru belum mengumumkan negara mana yang tergolong berisiko rendah, sedang, atau tinggi.

  Sumber
  1. Ben Westcott and Carly Walsh, 12th August 2021, New Zealand to slowly re-open to the world from early 2022, https://edition.cnn.com/,
  2. BBC, 10 Agustus, 2021, New Zealand borders to remain closed for rest of the year, https://www.bbc.com/
  3. Natasha Frost, Agustus 2021, New Zealand, After Holding Virus at Bay,Unveils Reopening Strategy

comments