Browse By

STRATEGI DALAM MENINGKATKAN ”OUTCOMES” RS (TREN PASCA AKUT 2023)

Pendahuluan

Integrasi perawatan pasca-akut menjadi sangat penting, & hal ini harusnya menjadi  bagian dari strategi RS secara keseluruhan. Hal ini terkait dengan bagaimana RS memenuhi kebutuhan pasien yang kompleks secara medis di satu sisi, hingga meningkatkan kinerja keuangan di saisi lainnya. Karena itu, tulisan ini akan membahas hal tersebut.

Lima tren dalam rehabilitasi & berdampak bagi RS di tahun 2023

Tulisan/artikel di www.beckershospitalreview.com, mengungkapkan tentang bagimana Russ Bailey (Lifepoint Rehabilitation and Behavioral Health President) mengungkapkan tren teratas dalam rehabilitasi untuk tahun 2023, dan bagaimana tren ini diharapkan berdampak pada RS.
  1. Combating the ongoing workforce crisis.
Survei terhadap eksekutif layanan kesehatan terbaru menemukan bahwa merekrut dan mempertahankan talenta klinis tetap menjadi prioritas utama. Tiga faktor utama yang memicu kelangkaan yang berkelanjutan ini meliputi:
  • Elevated staffing costs

Karena berbagai lonjakan COVID-19, biaya tenaga kerja telah meningkat 25% sejak 2019. Bailey menyebutkan bahwa semakin sulit bagi RS untuk memenuhi permintaan layanan dengan tenaga kerja yang menurun secara drastis. Dukungan dari mitra terfokus dengan jangkauan lokal dan nasional membantu RS mengidentifikasi dan mempertahankan talenta khusus.

  • Worsening experience-complexity gap

Kekurangan lain di antara tenaga kerja klinis adalah pengalaman. Menurut Bailey, mereka tidak hanya melihat kesenjangan besar dalam tenaga kerja berpengalaman, namun populasi pasien menjadi lebih tua dan lebih kompleks. Hal ini telah mendorong RS untuk mencari dukungan dari pakar industri untuk membantu meringankan ketidakseimbangan tenaga kerja.

  • Capacity constraints

Kurangnya tenaga kerja klinis, persediaan perawatan, dan ruang tempat tidur telah meningkatkan krisis tenaga kesehatan. Bailey mengatakan bahwa faktor-faktor ini tidak dapat diambil alih oleh satu RS saja, tetapi perlu kekmitraan. Beliaumenambahkan bahwa kemitraan memungkinkan RS untuk fokus pada perawatan berkualitas, sementara mitra menyediakan sumber daya dan keahlian khusus untuk mengatasi tantangan seperti keterbatasan kapasitas.

  1. Scaling chronic disease management
Baca Juga:  PENTINGNYA MEMBENTUK KEMBALI PORTOFOLIO ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN, AGAR TUMBUH PASCA PANDEMI

Penelitian mencatat bahwa lebih dari 655.000 orang di AS meninggal karena penyakit jantung setiap tahun. Sementara hampir 800.000 mengalami stroke setiap tahunnya. Menurut Bailey, peningkatan drastis kasus seperti penyakit jantung & stroke setiap tahunnya, hanyalah salah satu dari banyak alasan RS memasukkan manajemen penyakit kronis yang meningkat ke dalam strategi keseluruhan mereka. Bailey menambahkan bahwa saat Lifepoint bermitra dengan RS, mereka menghadirkan teknologi, pelatihan, dan keahlian khusus untuk membantu membekali staf dengan sumber daya, agar berhasil menangani pasien mereka, apa pun kondisinya.

  1. Leveraging flexible care models

Saat ini, RS telah meninjau ruang lingkup dan skala kontinum perawatannya & mengarah ke perluasan jalur layanan, peningkatan tempat rawat jalan, kesehatan digital, dan perawatan pasca-akut. Co-location terus melihat pertumbuhan yang substansial karena pasien dengan penyakit fisik dan mental ingin menerima perawatan berkualitas tinggi di lingkungan yang sama. Model ini, juga disebut sebagai model Hospital-in-Hospital (HiH), yang membantu merampingkan pendekatan perawatan RS sekaligus meningkatkan hasil dan fleksibilitas. Bailey mengatakan bahwa saat memberikan layanan pasca-akut di bawah atap yang sama, maka hal tersebut akan memungkinkan pasien memperoleh manfaat dari beberapa penawaran khusus tanpa harus memindahkan mereka ke luar sistem.

  1. Focus on financial stability

23% eksekutif perawatan kesehatan mencatat stabilitas keuangan adalah salah satu prioritas utamanya untuk perencanaan strategis 2023. Menurut Bailey, berhasil mengelola semua aspek unit rehabilitasi atau RS menjadi lebih menan-tang secara finansial karena meningkatnya kompleksitas pasien, risiko peneri-maan kembali & integrasi layanana berbasis nilai. Jika RS dapat mencapai strategi pasca-akut yang efektif, mereka dapat mengelola seluk-beluk program dengan lebih baik & meningkatkan kualitas perawatan dengan cara yang hemat biaya.”

  1. Growth of strategic partnerships Pertumbuhan kemitraan strategis
Baca Juga:  MEMBANDINGKAN BIAYA REAL DENGAN OUTPUT DI RS

Sepanjang pandemi, para pemimpin kesehatan beralih ke solusi inovatif untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat di komunitasnya. Contract management and joint-venture partnerships muncul sebagai strategi untuk memperluas perawatan dengan cara yang berkualitas tinggi dan hemat biaya. Menurut Bailey, kemitraan menawarkan akses ke kapabilitas baru, peningkatan kecepatan ke pasar, dan efisiensi yang lebih besar dalam modal, skala, dan operasi. Lifepoint Rehabilitation membantu RS setempat mengakses data berkualitas dari national database, efisiensi operasional yang lebih besar, dan praktik terbaik terdepan di industri. Melalui ini, kami dapat meringankan beban menjalankan lini layanan yang rumit, memungkinkan pimpinan RS untuk fokus pada hal yang benar-benar penting yaitu pasien.