Browse By

TIGA FAKTOR PENENTU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SISTEM PENGENDALIAN BIAYA DI RS (PART 2)

Lanjutan dari artikel TIGA FAKTOR PENENTU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SISTEM PENGENDALIAN BIAYA DI RS 

3. Penghindaran Biaya. Konsep ini, mengharuskan para manajer berinovasi agar menemukan cara untuk sama sekali tidak mengeluarkan uang dalam beberapa hal. Cara ini lebih sulit dari hanya sekedar mengidentifikasi biaya apa saja yang tidak boleh naik karena mengharuskan penghapusan beberap hal yang tentunya mempunyai tujuan tertentu. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan mengkaji setiap pengeluaran yang tentunya memerlukan kemampuan manajer untuk menilai manfaat dari setiap pengeluaran baru. Tidak hanya harus bisa menilai tujuan pengeluaran, tetapi juga harus menjelaskan bahwa tidak ada alternatf lain yang lebih sesuai dan lebih murah.

4. Pengurangan Biaya. Konsep pengurangan biaya mungkin aspek yang paling sulit dalam proses pengendalian biaya. Mudah diterima oleh sebagian besar manajer bahwa mereka harus memahami perilaku biaya. Penghindaran biaya memang tidak menyenangkan tetapi selalu saja ada biaya yang dapat dihindari. Tetapi lain halnya dengan pengurangan biaya. Bagaimana suatu instalasi dapat menggunakan waktu kerja staff yang lebih singkat dalam melayani seorang pasien? Bagaimana mengurangi jumlah pemakaian listrik? Apakah ada cara khusus untuk menghemat air?

Pengurangan biaya seringkali berfokus pada staff. Apakah organisasi dapat berjalan dengan staff yang lebih sedikit? Di sebagian besar pabrik, hanya ada sedikit proses antara input dan output tetapi banyak sekali tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat sebuah mesin. RS menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari pabrik. Tidak ada definisi yang jelas tentang berapa banyak tenaga yang diperlukan untuk melayani seorang pasien.

Satu dari aspek-aspek yang paling sulit dalam pengendalian biaya adalah menjadi seorang yang gigih melakukan pengurangan biaya. Dalam organisasi seperti RS, seringkali perilaku yang menentukan biaya mana yang bisa dihindarkan dan biaya mana yang tidak sangat sulit. Tentunya faktor manusia manusia sangatlah penting dalam pengendalian biaya. Pemotongan biaya tidak ada peraturannya, selain perilaku rasional dalam dunia yang penuh kompetisi dan sumber yang terbatas sedangkan kemajuan harus selalu dibuat.

Baca Juga:  PERAN (& TANTANGAN) MANAJER SDM DALAM ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN

Manajer harus dilatih untuk melihat kebutuhan akan pengendalian biaya semacam ini. Jika tidak ada komitmen bersama dari para manajer untuk melakukan sistem pengendalaian biaya yang mencoba mengatur pemenuhan biaya, penghindaran biaya  serta penguangan biaya akan terancam gagal.

Peran Manajemen

Pengelolaan biaya secara efisien oleh seorang manajer hanya dapat dilakukan dengan cara mengalokasikan perhatian dan waktu khusus secara hati-hati. Karena, peran manajemen bukanlah untuk melakukan tindakan rutin. Kontribusi terbesar manajer adalah dalam lingkup pengammbilan keputusan dan melakukan sesuatu yang bukan hal biasa. Waktu harus dicurahkan untuk menentukan bagaimana cara mengubah keseimbangan yang sekarang ada, dan bukan hanya sekedar mempertahankannya.

Agar berhasil dalam menerapkan teknik pengendalian biaya, manajer harus mencurahkan banyak waktu untuk menganalisis, mempertanyakan, menilai, dan menantang bagaimana dan mengapa uang dibelanjakan di instalasi. Salah satu tantangan yang paling sulit yang dihadapi RS adalah meyakinkan para manajernya untuk mengembangkan sebuah teknik manajemen yang memungkinkan alokasi waktu untuk melakukan aktifitas-atifitas tersebut.

Mengubah status quo merupakan hal yang sulit. Lebih mudah untuk menandatangani usulan liburan dan mempelajari daftar belanjaan, daripada secara kritis mengkaji hal-hal yang telah dikerjakan. Seseorang harus meluangkan waktunya untuk terlibat dalam proses yang sulit itu. Tetapi penting untuk melakukannya untuk mencapai hasil pengendalaian biaya yang signifikan dan manajemen harus menyampaikan hal penting ini pada semua manajer dibawahnya.