Browse By

PREDIKSI PARA CEO DI LINGKUNGAN RS/SISTEM KEHATAN TENTANG INDUSTRI PELAYANAN KESEHATAN DI AS TAHUN 2023

Pendahuluan

Berbagai prediksi telah diungkapkan oleh para pakar terkait industri pelayanan kesehatan di tahun 2023. Tulisan ini mencoba memaparkan dari prediksi dari perspektif berbeda, yaitu pendapat para Chief Executive Officer (CEO) di lingkungan RS/Sistem kesehatan tentang industri mereka sendiri di tahun 2023. Penjelasan dibawah ini adalah prediksi para tentang industri pelayanan kesehatan tahun 2023 mengacu pada tulisan Pennic (2023)[1], yaitu Michael Meucci (CEO of Arcadia), Florian Otto (CEO at Cedar), Angie Franks (CEO of ABOUT Healthcare Inc.), & Adam McMullin (CEO of AvaSure).

Michael Meucci, CEO of Arcadia

Meucci menyebutkan bahwa walaupun beberapa orang menyebut tahun 2022 sebagai tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk perawatan kesehatan, namun kenyataannya banyak tekanan yang menantang untuk taun 2023 dan seterusnya terutama terkait dengan anggaran dan margin sistem Kesehatan. Mengantisipasi tantangan keuangan dan operasional, maka banyak organisasi yang mulai mencari otomatisasi cerdas untuk membantu mendorong efisiensi dalam menyediakan perawatan berkualitas tinggi, terkoordinasi, dan hemat biaya. Bagi sistem perawatan kesehatan secara keseluruhan, hal ini merupakan peluang untuk memenuhi janji otomatisasi dengan cara pragmatis dalam mengurangi beban administrasi bagi kontributor perawatan, serta peluang bagi sistem kesehatan individu dan rencana kesehatan untuk berkolaborasi dengan mitra untuk memajukan adopsi teknologi baru masuk dan keluar dari pengaturan perawatan.

 Florian Otto, CEO at Cedar

Penyedia layanana Kesehatan akan melawan tantangan ”pendapatan” dengan efisiensi Administrasi. Tantangan pendapatan akan tetap ada pada tahun 2023 bagi penyedia layanan kesehatan. Sebagai bagian dari itu, kendala terbesar yang akan terus dihadapi penyedia adalah mengatasi masalah ketenagakerjaan (kekurangan yang berkelanjutan dan biaya yang semakin tinggi). Karena tantangan ini, dan untuk membantu memeranginya maka penyedia perlu mengevaluasi kembali solusi administratifnya untuk peluang mengotomatisasi & menciptakan efisiensi. Konsumen layanan kesehatan mengalami banyak gesekan di sepanjang perjalanan layanan kesehatannya, termasuk menelepon (dan menunggu) untuk membuat janji temu, dokumen prapendaftaran yang berulang, & clunky post-visit check-outs (check-out pascakunjungan yang rebut). Jika kita mencontoh dari maskapai penerbangan maka akan terlihat bahwa tidak ada seorang pun dari maskapai penerbangan yang memanggil kita untuk mengetahui ketersediaan layanannya saat memesan tiket pesawat. Teknologi membantu menavigasi perjalanan ini sendiri dengan sangat efektif. Karena itu, melalui teknologi administrasi yang lebih baik, penyedia layanan seharusnya dapat memberdayakan konsumen agar lebih terlibat dalam perjalanan kesehatan digital mereka, sekaligus mengurangi biaya operasional dan inefisiensi tenaga kerja administratif.
Baca Juga:  STRATEGI PEMASARAN & IKLAN RS TERBAIK: MEMASTIKAN PERINGKAT WEB RS DI MESIN PENCARI & MENGUJI MEREK RS DI MEDIA SOSIAL

Angie Franks, CEO of ABOUT Healthcare Inc.

Di era pasca-pandemi, permintaan akan perawatan akan terus meningkat, & memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sumber daya medis dan memperlihatkan implikasi dari model pemberian perawatan transaksional yang independen. Karena inovasi teknologi terus mendorong transformasi digital, maka penyedia layanan perlu menerapkan kontrol yang secara proaktif memandu pasien ke pengaturan perawatan yang optimal, bukan hanya berurusan dengan mereka saat mereka tiba di fasilitas. Ketika batas-batas perawatan tidak lagi terbatas pada pengaturan RS, penyedia dapat memastikan akses cepat ke perawatan di setiap tahap perjalanan pasien, sehingga meningkatkan hasil pasien yang optimal, yang merupakan tujuan utama.

Adam McMullin, CEO of AvaSure

Kekurangan perawat dan persaingan tenaga kerja secara terus-menerus, telah menjadi masalah sistemik jangka Panjang. Hal ini akan menciptakan tantangan besar bagi RS, terutama dalam mengatasi tekanan keuangan yang signifikan. Untuk mencapai tingkat peningkatan kualitas dan penghematan biaya tenaga kerja yang diinginkan, sistem perawatan kesehatan harus menggunakan model perawatan baru yang memanfaatkan teknologi dan perawatan virtual di semua rangkaian perawatan akut. Perawatan virtual meningkatkan perawatan di samping tempat tidur, memungkinkan dokter menjadi lebih berfungsi optimal. [1] Fred Pennic, 2023, 17 Executive Hospital/Health System Predictions to Watch in 2023