Browse By

TREN PENYUSUNAN ANGGARAN DI RS

Pendahuluan

Tingkat persaingan industri RS & kebijakan pemerintah secara tidak langsung mempengaruhi kinerja keuangan RS termasuk anggaran. Seperti diketahui bahwa setiap akhir tahun, manajemen/direktur keuangan RS selalu disibukkan dengan kegiatan penyusunan anggaran untuk tahun depannya. Dengan kinerja keuangan yang relatif peningkatannya, menyusun anggaran tahunan memerlukan kehati-hatian manajemen agar ditahun depannya RS masih memiliki arus kas yang cukup untuk mempertahankan profitabilitasnya & mampu membiayai semua kegiatannya tahun depan.

Penyusun anggaran RS menjadi lebih kompleks karena perubahan sistem pembayaran, dimana perlu ada perubahan dalam memproyeksi jumlah pasien, tarif, maupun biayanya.

Penyusunan anggaran RS

Proses penyusunan anggaran terpengaruh oleh perubahan yang terjadi di industri RS. Dalam tulisannya Johnston (2017), memberikan perspektif tentang anggaran RS hasil diskusi dengan rekannya Sean Angert yang juga sebagai CFO di suatu RS. Dalam diskusi tersebut, Johnston (2017)[1], menuliskan beberapa hal terkait tren penyusunan anggaran RS, yaitu;

  1. Why managing to a budget is different today
  2. More costly inpatient care
  3. Updating cost control strategies
  4. Message for CFOs

Why managing to a budget is different today

Masih menurut Johnston (2017) berdasarkan hasil diskusi dengan rekannya Angert, bahwa setidaknya penyusunan anggaran saat ini terasa berbeda dengan penyusunan anggaran 5-30 tahun yang lalu. Hal ini disebabkan, karena saat ini RS berada di dunia yang sama sekali baru, di mana RS kurang memiliki kontrol terhadap faktor-faktor tertentu yang mepengaruhi kinerja dan keseluruhan anggaran, termasuk volume dan pengeluaran."

 

Angert memberikan contoh, bahwa proyeksi volume kurang dapat dilakukan dengan baik karena adanya kecenderungan penurunan pasien, sebagian karena banyak konsumen akan menunda atau menghindari pelayanan. Dalam konteks biaya, mereka mengamati bahwa, sebagai pasien yang sehat diarahkan ke unit dengan biaya lebih rendah (system rujukan). Sedangkan RS akan melayani pasien dengan tingkatan keparahan lebih, yang mengharuskan mereka untuk memberikan perawatan akut yang lebih mahal. Keadaan seperti itu membuat pendapatan dan biaya kurang dapat diprediksi dan membutuhkan lebih banyak investasi tidak terencana sepanjang tahun.

Baca Juga:  PROSES PENGANGGARAN DI ERA DIGITAL (part 2)

More costly inpatient care

Masih mengacu pada tulisan Johnston (2017) berdasarkan hasil diskusi dengan rekannya Angert, terungkap fakta bahwa rata-rata pasien di RS saat ini semakin komples dengan lebih banyak komplikasi. Hal ini ditambah dengan banyaknya kasus-kasus biaya dan klinis yang mungkin tidak diperhitungkan dalam anggaran historis. Angert juga menunjukkan prevalensi hukuman pay-for-performance untuk kondisi yang didapat di RS dan pendaftaran ulang sebagai faktor yang semakin memperumit proses perencanaan.

Updating cost control strategies

Pengendalian biaya jelas merupakan bagian besar dari akhir proses penyusunan anggaran. Menurut Johnston (2017) berdasarkan hasil diskusi dengan rekannya Angert, menggambarkan perspektif yang jelas mengenai tantangan yang dihadapi RS saat ini dalam upaya untuk mengendalikan pengeluaran. "Apakah itu dengan tenaga kerja, persediaan, obat-obatan atau kategori lain. Direksi RS merasakan terbatasnya ruang gerak mereka untuk meningkatkan efisiensi. Banyak dari mereka yang telah memperketat target produktivitas sehingga seringkali tingkat staf biasanya efisien dan ramping.

Angert menyarankan bahwa di samping terus melakukan pemotongan pada banyak hal untuk kebutuhan anggaran jangka pendek, para direksi RS harus melihat masalah yang sama dari pandangan yang sedikit berbeda. Direksi dapat juga mengambil pendekatan yang lebih kreatif untuk manajemen tenaga kerja, yang selalu menjadi garis besar dalam anggaran RS. Dalam tulisan Johnston (2017), Angert mencantumkan jenis pertanyaan yang dapat diajukan oleh para direksi RS Sebagai berikut:

  • Apakah staf klinis bekerja di atas lisensi mereka atau apakah memungkinkan untuk dilakukan perbaikan?
  • Apakah staf RS memiliki fleksibilitas untuk berkembang pada waktu puncak dan ukuran yang tepat sesuai kebutuhan?
  • Apakah anggaran tahunan yang telah ditetapkan masih memiliki peluang untuk fleksibel dalam basis bulanan atau triwulanan, berdasarkan volume aktual dan permintaan?
Baca Juga:  PENTINGNYA MELAKUKAN PENGUMPULAN DANA DARI BERBAGAI PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN PEMBERIAN PERAWATAN KESEHATAN DI AS

Message for CFOs

Pada akhir tulisan Johnston (2017), Angert mengemukakan pesan mengenai pentingnya menjaga fleksibilitas. Pada beberapa organisasi, penetapkan tingkat kepegawaian dalam anggaran tidak menyesuaikan dengan layanan, yang mengakibatkan periode waktu terlalu banyak. Karena itu, sangat dibutuhkan untuk merancang anggaran dan struktur tenaga kerja yang fleksibel dan mampu memanfaatkan peluang untuk berbagi staf, menyesuaikan peran, dan memenuhi permintaan dengan tepat. "

Banyak organisasi seperti sistem kesehatan yang bergerak ke anggaran yang lebih fleksibel, kata Angert. Dia mencatat bahwa, berdasarkan volume aktual dan pembelanjaan selama satu bulan atau kuartal tertentu, organisasi-organisasi ini melakukan penyesuaian terhadap anggaran dan proyeksi mereka. Dan tim keuangan membentuk komite untuk melakukan pertemuan secara teratur dan mendiskusikan varians anggaran dan cara menutup celah.


[1] John Johnston, 2017, With so much uncertainty, how do you build your hospital's budget?