Browse By

APLIKASI DIGITAL ”SMARTPHONES AND WEARABLES” YANG DAPAT MENGUBAH ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN

Pendahuluan

Tulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumna dengan judul ”Penggunaan teknologi/aplikasi digital smartphones & wearables yang dapat mengubah organisasi pelayanan kesehatan”. Tulisan ini, tetap mengacu pada pendapat Mistry (2020)[1] terkait tekhnologi yang berpeluang untuk membantu organisasi pelayanan kesehatan dalam mencapai hasil yang lebih baik atau perawatan yang lebih efisien dan meningkatkan pengalaman pasien.

Smartphones and wearables (lanjutan)

1. Hubs (2). Smartphone yang digabungkan dengan cloud dapat berfungsi sebagai hub untuk perangkat yang dapat dikenakan, perangkat yang terhubung, data, & teknologi diagnostik serta perawatan baru yang canggih. Misalnya, orang dengan diabetes tipe 1 mendorong pengembangan 'pankreas buatan' yang menghubung-kan pemantauan glukosa terus menerus & sistem pengiriman insulin yang semuanya dikendalikan oleh smartphone. Ini akan menyesuaikan algoritme untuk pengiriman insulin dengan fisiologi seseorang.

2. Large-scale research (3). Smartphones dan perangkat yang dapat dikenakan adalah perangkat pengumpulan data yang sangat efektif, dan dapat merekam banyak detail tentang kehidupan orang. Selain melacak status kesehatan mereka sendiri, orang juga dapat membantu peneliti mengumpulkan sejumlah besar data dunia nyata tentang masalah kesehatan dan determinannya, dengan menggunakan smartphones atau perangkat yang dapat dikenakan.

Saat ini, sedang dibuat aplikasi khusus untuk penelitian medis, seperti ResearchKit Apple, ResearchStack untuk perangkat Android, yang memungkinkan transfer aplikasi dari satu platform ke platform lainnya dengan lebih mudah. Aplikasi ini dapat mensurvei pengguna dan memungkinkan mereka untuk ikut serta dalam penelitian melalui formulir persetujuan, serta mendukung pembagian data yang dikumpulkan secara otomatis di perangkat mereka seperti jumlah langkah, detak jantung, dll. Platform ini telah memicu pendekatan baru untuk studi penyakit, dengan sejumlah studi opt-in jangka panjang dan skala besar & selesai sejak 2015. Misalnya, lebih dari 4.000 orang mendaftar untuk studi penyakit Parkinson pada 2016, lebih dari 400.000 orang mendaftar untuk studi fibrilasi atrium di 2018, lebih dari 8.000 orang dalam studi asma pada tahun 2017, dan 250 orang diidentifikasi pada tahun 2020 untuk pendaftaran sebagai citizen scientists(ilmuwan warga) untuk studi tentang adolescent arthritis.

Banyaknya jumlah yang direkrut dalam waktu singkat selama beberapa bulan, tidak akan mungkin terjadi tanpa pendekatan berbasis aplikasi digital. Studi-studi ini memiliki potensi untuk menciptakan pemahaman tentang bagaimana penyakit bervariasi dari waktu ke waktu dan pengalaman hidup individu yang terkait, dan telah meningkatkan penggunaan smartphones & perangkat yang dapat dikenakan sebagai titik akhir digital untuk penelitian medis. Di masa depan peneliti akan dapat membuat data dasar pribadi menggunakan data ini, mengukur pengalaman hidup individu, melacak biomarker digital yang dapat meningkatkan diagnosis dan secara akurat memantau perkembangan penyakit dan kemanjuran pengobatan.

3.    Virtual machines (4). Sebagian besar (jika tidak semua), alat dan teknologi digital bergantung pada infrastruktur (perangkat, konektivitas, sensor, dll) agar berfungsi. Infrastruktur, berupa perangkat keras yang menjalankan perangkat lunak, dan konektivitas ke internet sangat penting untuk perangkat digital modern. Tetapi, sistem kesehatan & perawatan sering terhambat oleh perangkat keras yang lebih murah atau lebih tua dengan fungsionalitas terbatas dan konektivitas yang buruk.

Mesin virtual menawarkan pendekatan alternatif yang bekerja dengan cara yang mirip dengan berbagi layar dalam panggilan video. Perbedaan dengan mesin virtual adalah berbagi layar terjadi dengan komputer di cloud, yang dapat dikontrol pengguna. Ini berarti koneksi internet hanya perlu mentransfer gambar layar dan beberapa informasi kontrol (misalnya, jika pengguna mengetuk tombol di layar) yang memerlukan kecepatan dan data internet yang lebih rendah. Ini juga berarti bahwa perangkat keras pengguna perlu melakukan lebih sedikit pemrosesan sehingga tidak mudah mogok, macet, dll. Menggunakan mesin virtual menawarkan cara untuk mengatasi masalah yang terkait dengan perangkat keras berkemampuan lebih tua atau lebih rendah. Dalam sistem kesehatan dan perawatan di mana sumber daya terbatas dan infrastruktur dapat menjadi generasi di belakang teknologi konsumen, mesin virtual dapat memungkinkan digitalisai untuk melompat maju dan memenuhi permintaan pasien dan konsumen.

[1] Pritesh Mistry, 2020, The digital revolution: eight technologies that will change health and care. It was originally written by Cosima Gretton and Matthew Honeyman in January 2016.

comments