Browse By

MENGIMPLEMENTASIKAN ANGGARAN MELALUI TRANSFORMASI DIGITAL

Pendahuluan

Perubahan adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Salah satu perubahan yang dirasakan dunia saat ini  adalah terjadinya transformasi digital dalam berbagai aspek. Dalam ekonomi digital saat ini misalnya, bisnis terus dihadapkan pada suatu kebutuhan mendesak agar lebih adaptif dengan perubahan untuk tetap kompetitif. Perubahan tersebut perlu dilakukan untuk memenuhi preferensi pelanggan, dan juga melihat peluang dalam ekspansi ke pasar baru. Karena itu, transformasi digital (dengan segala resikonya) perlu untuk dilakukan organisasi bisnis, sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam semua bidang bisnisnya.

Perencanaan & pengangangaran merupakan bidang bisnis vital yang sangat membutuhkan perubahan. Namun, dalam transfprmasi digital, perencanaan dan penganggaran merupakan proses yang kompleks.  Untuk itu, dibutuhkan langkah cermat dalam perencanaan anggaran, sehingga mampu mengurangi dampak negatif transformasi digital. Perubahan dari anggaran konvensional ke anggaran dengan transformasi digital (dengan segala resikonya) misalnya, membutuhkan perubahan menyeluruh mulai dari operasional  & budaya. Terkait hal tersebut, Chitale (2020)[1] mengungkapkan 5 hal yang perlu untuk menjadi perhatian dalam penganggaran dengan transformasi digital, yaitu; Consider opinions of inside stakeholders, Flexible Budgeting Model, Consider data migration costs, Allocating Workforce Training Budget, & Plan for the Risk. Tulisan ini akan mengangkat 2 (dari 5) hal yang dipaparkan Chitale.

Consider opinions of inside stakeholders

Secara tradisional, perusahaan mengambil keputusan penganggaran berdasarkan departemen, dengan direktur keuangan menyetujui anggaran tingkat tinggi, yang kemudian didistribusikan ke seluruh tim. Namun, proses ini tidak melibatkan semua orang dari seluruh organisasi, karena tidak pernah diperlukan. Pendekatan yang biasa ini mungkin memerlukan sedikit perubahan, dalam hal penganggaran untuk transformasi digital, karena model-model ini tidak dapat dijalankan saat ini.

Baca Juga:  TIPS AGAR DAPAT MEMAKSIMALKAN MANFAAT ”LOCAL SEO ” DALAM PRAKTIK MEDIS

Digitalisasi seluruh organisasi akan mempengaruhi setiap bidang bisnis. Jika digitalisasi akan masuk ke bagian penjualan dan pemasaran, maka akan masuk juga ke bagian SDM, keuangan, operasional, bahkan hingga ke bagian manajemen fasilitas. Oleh karena itu, untuk memahami bagaimana digitalisasi akan berdampak pada semua bidang tersebut, maka penting untuk melibatkan partisipasi orang-orang yang terlibat dalam setiap proses. Hal ini merupakan konsep pendekatan kolaboratif yang memfasilitasi pemahaman menyeluruh tentang proses bisnis inti. Tanpa tinjauan holistik, ada risiko menciptakan kemacetan yang akan mempengaruhi penurunan investasi oleh investor, bahkan menjauh dari aktivitas penghasil pendapatan yang penting.

Flexible Budgeting Model

Anggaran dengan transformasi digital, tidak seperti rencana anggaran yang dirancang secara tradisional. Anggaran dengan transformasi digital tidak dapat dibatasi secara ketat. Karena sebagian besar alat dan solusi digital baru dikenal, maka anggaran terkadang perlu mengakomodasi kebutuhan dan masalah yang tidak terduga. Pada konteks ini, angaran dengan transformasi digital, disarankan untuk memiliki jumlah buffer dalam anggaran. Dalam anggaran unggulan misalnya, perlu mengambil langkah cerdas untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Jadi, daripada hanya memiliki anggaran jangka panjang, anggaran dan tujuan jangka pendek lebih disarankan. Melalui tujuan jangka pendek, proses dan hasil transformasi digital dapat dipantau dengan lebih baik dan modifikasi alokasi anggaran dapat dilakukan tepat waktu untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan pengembalian. Hal ini berbeda dengan anggaran tradisional yang tidak memiliki tujuan jangka pendek. Pada kondisi tersebut, setiap kegagalan direalisasikan pada tahap yang jauh lebih lanjut dan menjadi lebih mahal untuk memperbaiki kesalahan.

[1] Rajendra Chitale, 2020, Budgeting smart when implementing digital transformation