Browse By

MEROBOHKAN RINTANGAN POLITIS DENGAN MEMANFAATKAN ”MALAIKAT” & MEMBUNGKAM ”IBLIS”

Pendahuluan

Selain merekrut consigliere,  merobohkan rintangan politis juga harus dilakukan dengan memanfaatkan ”malaikat” (pendukung), dan membungkam ”iblis”. Tulisan ini akan membahas hal tersebut & tetap mengacu pada buku Renée Mauborgne & W. Chan Kim (2005) berjudul, Blue Ocean Strategy(BOS).

Memanfaatkan Malaikat dan Membungkam Iblis

Untuk merobohkan rintangan politis, anda harus menanyai diri sendiri tentang dua pertanyaan berikut:

  • Siapakah ”iblis-iblis” saya? Siapa yang akan menentang saya? Siapa yang akan paling banyak menderita kerugian akibat strategi samudra biru di masa depan?,
  • Siapa ”malaikat-malaikat” saya? Siapa yang secara wajar akan beraliansi dengan saya? Siapa yang akan mendapatkan paling banyak manfaat dengan perubahan strategis ini?.

Jangan bertempur sendirian, & jadikan suara yang lebih tinggi dan lebih luas bertempur bersama anda. Lakukan identifikasi penghalang dan pendukung anda (lupakan pihak di antara keduanya), dan berusahalah mencari hasil yang menguntungkan kedua belah pihak. Tetapi, bergeraklah dengan cepat. Isolasi para penghalang anda dengan menggalang koalisi yang lebih luas dengan ”malaikat-malaikat” anda sebelum pertempuran dimulai. Apabila hal terjadi, maka anda akan menurunkan potensi terjadinya perang sebelum perang itu dimulai atau mendapatkan momentum.

Salah satu dari ancaman serius bagi strategi kepolisian baru Bratton berasal dari pengadilan kota New York. Karena meyakini bahwa strategi kepolisian baru Bratton yang berfokus pada kejahatan sehari-hari akan mengepung sistem pengadilan dengan kasus-kasus kejahatan kecil seperti pelacuran dan mabuk di muka umum, pengadilan menentang perubahan strategis ini. Untuk mengatasi tentangan ini, Bratton dengan jelas memberi gambaran kepada para pendukungnya, termasuk walikota, jaksa, dan kepala penjara, bahwa sistem pengadilan sebenarnya bisa menangani tambahan kejahatan sehari-hari dan bahwa berfokus pada kejahatan macam itu, dalam jangka panjang, akan mengurangi beban kasus mereka. Sang walikota memutuskan untuk melakukan intervensi. Kemudian, koalisi Bratton, dipimpin oleh sang walikota, melakukan aksi ofensif dengan mengirimkan pesan sederhana dan jelas melalui pers: Jika pengadilan tidak mengendorkan tentangan mereka, tingkat kejahatan di kota New York tidak akan turun. Aliansi Bratton dengan kantor walikota dan suratkabar terkemuka New York, berhasil mengisolasi pengadilan. Pengadilan jarang terlihat secara terbuka menentang inisiatif yang tidak hanya akan menjadikan New York sebagai tempat yang menarik untuk hidup, tapi juga akan mengurangi jumlah kasus yang sampai ke meja pengadilan. Dengan walikota berbicara secara agresif di media mengenai pentingnya membidik kejahatan sehari-hari dan suratkabar kota yang paling disegani dan liberal-memberikan dukungan kepada strategi baru kepolisian, biaya untuk melawan strategi Bratton sangat besar. Bratton telah memenangi pertempuran: pengadilan setuju. Ia juga memenangi perang yang lebih besar: tingkat kejahatan memang turun.

Kunci untuk menang melawan penentang atau ”iblis” anda adalah mengetahui semua sudut kemungkinan serangan mereka dan membangun kontra-argumen yang didukung oleh fakta-fakta dan alasan yang tak bisa dibantah. Sebagai contoh, ketika para kepala sektor NYPD pertama-tama diminta untuk mengumpulkan data dan peta kejahatan yang mendetail, mereka terkejut dengan ide itu dan mendebat bahwa hal itu akan memakan terlalu banyak waktu. Karena sudah mengantisipasi reaksi ini, Bratton sebelumnya telah melakukan uji coba operasi untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan: tidak lebih dari 18 menit setiap hari. Berdasarkan uji coba tersebut, Bratton memberitahu para kepala sektornya, hanya kurang dari 1% beban kerja mereka rata-rata. Karena dilengkapi dengan informasi yang tak terbantahkan, Bratton mampu merobohkan rintangan politik dan memenangi pertempuran, bahkan sebelum pertempuran dimulai.

comments