Browse By

PENTINGNYA POLA PIKIR “TOP PERFORMERS” BAGI SDM

Pendahuluan

Memiliki SDM yang selalu memberikan kinerja terbaiknya merupakan dambaan setiap manajemen semua organisasi bisnis. Karena itu organisasi bisnis membutuhkan banyak SDM yang memiliki pola pikir top performers. Karena SDM dengan pola pikir tersebut selalu akan berusaha untuk memberikan kinerja terbaiknya, dengan segala hambatan yang ada.

Pola pikir top performers

Menurut Jamail (2017)[1], SDM yang top performers bergerak ke dalam organisasi dengan cepat dan berpikir sederhana, yaitu "the will", sementara SDM lainnya hanya berusaha memusatkan perhatian pada, "why." Top performers tidak peduli apa yang terjadi pada mereka atau di sekitar mereka. SDM dengan pola pikir seperti ini akan mengubah tantangan hari ini menjadi kisah sukses di masa depan. Sedangkan pola pikir "why" akan mengubah tantangan hari ini menjadi kegagalan hari esok dengan alasan yang dimulai dengan, "Kami tersesat karena mereka melakukannya ..."

Perbedaan antara SDM yang mempunyai pola pikir top performers dengan  yang bukan terletak pada fokus. Top performers akan bekerja namun fokus melihat ke depan, terlepas dari apa yang terjadi di masa lalu. Masih menurut tulisan Jamail, seorang harus memiliki pola pikir "we will" sebagai bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari. Dengan pola pikir ini, maka tidak perlu khawatir berurusan dengan perubahan, terlepas dari apakah organisasi bisnis mereka bekerja untuk perubahan, persaingan, atau ekonomi. Karena keputusan dan perubahan yang terjadi di masa lalu tidak penting bagi keberhasilan mereka nantinya. Satu-satunya hal yang penting bagi kesuksesan mereka adalah apa yang akan mereka lakukan. Melihat masa depan dengan pandangan jangka panjang yang positif. Bergerak maju saja tidak cukup, mereka harus bergerak maju dengan keyakinan penuh, fokus dengan komitmen dan semangat, untuk menghadapi rintangan karena di sisi lain ada kemenangan.

[1] Nathan Jamail, 2017, The Mindset of Top Performers ; The "will" vs. the "why"

comments