Browse By

MEMONITOR ”RCM METRICS” UNTUK MENINGKATKAN ARUS KAS RS

Pendahuluan

Mengevaluasi atau mengelola siklus pendapatan (revenue cycle management/RCM), sangat penting bagi manajemen RS agar pendapatan dan kas terus terjaga. Dalam konteks ini, memonitor matriks RCM akan memainkan peran kunci dalam membantu RS & organisasi pelayanan Kesehatan. Hal ini terutama terkait denga saat menerima prmbayaran berbasis nilai dan penilaian yang akurat terhadap unit penagihan. Karena itu perlu dilakukan pemantauan/monitor secara kontinyu terhadap matriks RCM.

Lima matriks RCM yang dapat meningkatkan arus kas RS

Agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik & menyeluruh, perlu dilihat beberapa metrik dari sudut pandang operasional dan lainnya. Menurut Gooch (2017)[1], setidaknya ada 5 matriks yang harus difokuskan untuk meningkatkan arus kas RS.

  1. First pass payment recovery rate. Metrik ini penting bagi RS dan pimpinan organisasi pelayanan kesehatan. Karena matrik ini menunjukkan seberapa berhasil RS menerima pembayaran penuh atas klaim asuransi pada saat pertama kali diajukan. Davis mengatakan bahwa RS dan organisasi pelayanan kesehatan harus fokus dengan pembayaran klaim. Perlu untuk memastikan bahwa klaim keluar dengan bersih dan tidak perlu mengirimnya untuk kedua kalinya. Hal ini tidak hanya mempercepat penagihan, tetapi juga mengurangi jumlah waktu dan biaya yang harus dihabiskan untuk mengumpulkan pembayaran yang tepat pada klaim tersebut.

Metrik ini harus terus dipantau setiap bulan atau kuartalan, sehingga mengetahui bagaimana kinerjanya dengan tingkat pembayaran dan pengiriman. Organisasi pelayanan kesehatan harus mengusahakan tingkat penggantian pertama sebesar  80% atau lebih.

  1. Net collection rate. Hal ini untuk mengukur efektivitas organisasi pelayanan kesehatan dalam mengumpulkan pembayaran berbasis nilai (penggantian). Pada konteks tersebut, organisasi pelayanan kesehatan harus mengusahakan tingkat pengembalian 98,5 hingga 99 persen. Pastikan RS melakukan segala kemungkinan untuk menghindari piutang macet dan tidak kehilangan pembayaran pada layanan yang disediakan.
  2. Cost to collect. Ini juga merupakan metrik penting untuk memantau profitabilitas secara keseluruhan. Dalam lingkungan organisasi pelayanan kesehatan yang kompetitif saat ini, ada fokus yang meningkat pada biaya organisasi, terutama terkait dengan mendapatkan klaim dan memastikan pembayaran yang tepat untuk layanan yang diberikan. Agar mendapatkan keuntungan yang optimal, RS harus mencari cara untuk lebih mengefektifkan biaya dengan layanan yang ada, sehingga dapat berinvestasi di bidang lain seperti infrastruktur, kualitas atau keterlibatan dokter. Karena itu, sangat penting untuk meninjau biaya sebagai komponen dari profitabilitas secara keseluruhan.
  3. Over-the-counter and self-pay collections. Davis mengatakan bahwa ketika melihat pembayaran pasien, fokuslah pada pemahaman tanggung jawab pasien, dan identifikasi serta kumpulkan pembayaran sebelum layanan. Karena itu, fokuslah melibatkan pasien sehingga mereka memahami tanggung jawab keuangannya. Hal ini dilakukan agar pasien tidak terkejut di kemudian hari dan memungkinkan untuk membayar perawatannya dengan cara yang tepat dan tepat waktu. Karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan penagihan sebagai bagian dari pengalaman pasien secara keseluruhan. Keterlibatan dan kepuasan pasien sangat penting.

5. Referral patterns. RS & organisasi pelayanan kesehatan dapat memprediksi layanan, sehingga  anggaran (operasional) akan dibuat berbasis volume. Tetapi, terkadang volume yang diperkirakan tidak sesuai. Karena itu RS juga perlu melacak pola rujukan. Manajemen harus memastikan bahwa mereka memahami di mana tren volume negatif terlihat dan bersikap proaktif untuk menyelesaikannya.

[1] Kelly Gooch, , 2017, 5 RCM metrics hospitals should monitor to improve cash flow

comments