Browse By

INFLASI MENGAKIBATKAN TERJADINYA PENGURANGAN MARGIN RS DI AS

Pendahuluan
RS di AS mengalami margin operasi yang menurun. Bahkan suatu laporan menyebutkan bahwa margin operasi RS rata-rata secara kumulatif negatif selama delapan bulan pertama tahun 2022. Penurunan kinerja keuangan tersebut terjadi karena adanya tekanan dari berbagai bidang. Menurut Sudimack & Polsky (2022)[1], kekurangan tenaga kerja dan gangguan rantai pasokan telah memicu kenaikan biaya secara dramatis, yang memicu berkurangnya margin keuntungan RS. Sudimack & Polsky (2022), kemudian menyebutkan beberapa hal terkait dengan penurunan margin di RS AS, yaitu: Hospitals Face A Difficult Road To Financial Recovery, Direct And Indirect Consequences (For Cost, Quality, And Access To Care), Likely Effects On Patient Experience And Quality Of Care, Disproportionate Impacts On Underserved Communities, Potential For Productive Cost Reduction And The Need For A Measured Policy Response. Beberapa hal yang di sebutkan Sudimack & Polsky diatas, akan dijelaskan dibawah ini.
Hospitals Face A Difficult Road To Financial Recovery
Penurunan kinerja keuangan RS di AS mengalami kecendrungan yang menurun, karena berbagai hal seperti; kekurangan tenaga kerja dan gangguan rantai pasokan telah memicu kenaikan biaya secara drastis. Penjelasan secara rinci tentang hal tersebut dapat dilihat pada tulisan sebelumnya dengan judul ”RS menghadapi kesulitan dalam melakukan pemulihan keuangan”.
Direct And Indirect Consequences For Cost, Quality, And Access To Care
Apabila karena kenaikan biaya (dalam proses layanana di organisasi pelayanan keseatan) dimasukkan ke dalam harga komersial, maka pasien akan menghadapi kenaikan premi yang dramatis. Seperti telah dibahas sebelumnya, proses tersebut kemungkinan akan terjadi secara perlahan selama beberapa tahun ke depan. Sementara itu, tantangan saat ini dan cara RS merespons akan memiliki implikasi yang bertahan lama pada kualitas dan akses ke perawatan, khususnya di antara populasi yang paling rentan.
Baca Juga:  STRATEGI RS DALAM MENGATASI KRISISI KEUANGAN TAHUN 2021
Likely Effects On Patient Experience And Quality Of Care
Ketidaktersediaan staf RS (di AS) yang cukup, mengakibatkan peningkatan dalam waktu tunggu, penundaan prosedur, bahkan beberapa RS mengalihkan pasien ke RS lainnya. Berbagai tantangan di industri RS AS tersebut telah menimbulkan berbagai efek. Pengalaman pasien & kualitas perawatan yang menurun, akan menimbulkan efek yang dapat berakibat penurunan margin RS. Penelasan detai akan hal tersebut, dapat dilihat pada tulisan sebelumnya dengan judul ”Efek yang mungkin timbul karena pengalaman pasien & kualitas perawatan (dalam konteks margin RS)”.
Disproportionate Impacts On Underserved Communities
Berkurangnya akses ke perawatan akan dirasakan paling parah di daerah pedesaan. Sebuah laporan terbaru menemukan bahwa lebih dari 30% RS pedesaan berisiko ditutup dalam 6 tahun ke depan. Hal ini menempatkan komunitas yang terkena dampak secara statistik lebih tua, lebih sakit, & lebih miskin dari rata-rata, & berisiko lebih tinggi untuk hasil kesehatan yang merugikan. Ketika RS pedesaan tutup, penduduk setempat terpaksa melakukan perjalanan >20 mil lebih jauh untuk mengakses RANAP atau perawatan darurat. Bagi pasien dengan kondisi yang mengancam jiwa, peningkatan perjalanan ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 5-10%. Penutupan RS pedesaan juga memiliki efek hilir yang semakin memperburuk penggunaan dan akses pasien ke perawatan. RS pedesaan sering mempekerjakan sebagian besar dokter lokal, banyak di antaranya meninggalkan komunitas ketika fasilitas ini ditutup. Akses ke perawatan khusus yang kompleks & pengujian diagnostik juga berkurang, karena banyak dari layanan ini disediakan oleh vendor atau grup penyedia dalam fasilitas RS. Jadi, ketika RS pedesaan ditutup, masyarakat sekitar kehilangan akses ke seluruh rangkaian perawatan. Akibatnya, individu-individu dalam komunitas ini lebih cenderung untuk melupakan pengobatan, pengujian, atau layanan pencegahan rutin, yang semakin memperparah kesenjangan kesehatan yang ada. Di area yang tidak terpengaruh oleh penutupan RS, akses akan terkena dampak yang lebih selektif. Setelah krisis keuangan tahun 2008, tanggapan pengalihan biaya yang paling umum dari RS adalah mengurangi penawaran layanan yang tidak menguntungkan. Secara historis, langkah-langkah ini secara tidak proporsional berdampak pada pasien minoritas & berpenghasilan rendah, karena cenderung mencakup layanan dengan populasi Medicaid yang tinggi (misalnya, perawatan kejiwaan & kecanduan) & layanan penting seperti perawatan kebidanan dan trauma, yang sudah kurang tersedia di komunitas ini. Sejak 2020, puluhan RS (perkotaan & pedesaan), telah menutup atau menangguhkan layanan persalinan.
Baca Juga:  PROYEKSI JATUHNYA PENGELUARAN PERAWATAN KESEHATAN GLOBAL TAHUN 2023 & PENGETATAN PERLINDUNGAN DATA MEDIS
Potential For Productive Cost Reduction And The Need For A Measured Policy Response
Walaupun telah terjadi penurunan margin secara drastis di RS AS, namun fokus pada biaya RS tidak sepenuhnya negatif. Langkah-langkah pemotongan biaya pasti akan menghasilkan efisiensi dalam industri yang terkenal tidak efisien. Selain itu, tidak semua penutupan fasilitas berdampak negatif terhadap perawatan. Penjelasan akan hal tersebut dapat dilihat pada tulisan sebelumnya dengan judul: ”Potensi pengurangan biaya produktif dalam konteks kinerja keuangan dan perlunya respons kebijakan terukur”. [1] Andrew Sudimack & Daniel Polsky 2022, Inflation Is Squeezing Hospital Margins—What Happens Next?