Browse By

ENAM ISU TERKAIT RS DI AS TAHUN 2023

Pendahuluan

RS & system kesehatan di AS akan banyak menghadapi hambatan di tahun 2023. Walaupun demikian, terdapat sejumlah analis yang mengungkapkan bebarapa tanda bahwa hari-hari yang lebih baik akan datang. Karena itu, tulisan ini akan mencoba mengangkat 6 isu penting terkait kondisi RS di AS tahun 2023, mengacu pada tulisan Southwick (2023)[1], yaitu: Headwinds continue, Reasons for opn initimism, Capital expenditures, Mergers and acquisitions, Philanthropy, & Factors affecting performance.

Headwinds continue

Inflasi di tahun-tahun mendatang akan membuat RS menghadapi lebih banyak kesulitan dengan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi. Menurut Kevin Holloran (senior director and sector leader for the non-for-profit healthcare group at Fitch Ratings) mengetakan bahwa pengeluarannya jelas tenaga kerja. Holloran enambahkan bahwa RS harus menghadapi pertempuran "kontroversial" dengan tenaga kerja atas kontrak baru di tahun mendatang, Bahkan, ribuan perawat di New York City melakukan pemogokan. Sistem kesehatan juga akan mengalami negosiasi yang sulit dengan pembayar pada tahun 2023, karena beberapa ”pacts (pakta)” yang dinegosiasikan sebelum pandemi COVID-19, akan berakhir tahun ini. Holloran mengatakan bahwa bukanlah ide yang buruk untuk mencoba menegosiasikan kembali tarif, dengan meminta kenaikan tarif walaupun ini bukanlah tahun untuk bernegosiasi. Holloran menambahkan bahwa sistem kesehatan telah melihat sejumlah besar pasien dengan virus pernapasan, seperti (RSV, flu, & COVID-19), & membentuk apa yang oleh beberapa orang sebut sebagai triple-demic. Ini semua adalah kasus medis, dan bukan kasus bedah. Karena itu, RS tidak melihat peningkatan berkelanjutan dalam operasi elektif, yang menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Reasons for optimism

Walapun RS tidak akan melihat perbaikan jangka pendek untuk menghadapi tantangan yang ada, namun para analis mencatat bahwa sistem kesehatan mengalami kemajuan. Menurut Holloran, RS telah mengalami beberapa keberhasilan dalam meningkatkan marginnya selama beberapa bulan terakhir. Walaupun Indeks margin operasi (Year-To-Date) yang dilaporakan Kaufman Hall tetap negatif selama 11 bulan berturut-turut, namun sistem kesehatan telah menutup kesenjangan. Holloran bahkan sedikit optimis dengan peningkatan margin. Menurut Holloran, RS juga mulai lebih berhasil dalam perekrutan untuk mengisi kekurangan staf, termasuk membawa kembali beberapa orang yang meninggalkan posisinya selama pandemi, Beberapa sistem berfokus pada upaya perekrutan dan retensi, termasuk upaya memperkuat departemen sumber daya manusianya. Holloran menambahkan bahwa upaya beralih dari agen kepegawaian sementara yang lebih mahal sebagai pendorong utama biaya tenaga kerja RS yang lebih tinggi, beberapa sistem menggunakan solusi kreatif. Beberapa RS membuat lembaga kepegawaian internal mereka sendiri, dan beberapa juga merekrut lebih banyak petugas kesehatan dari negara lain. [1] Ron Southwick, 2023, Hospitals should brace for difficult 2023, but there’s ‘light at the end of the tunnel,’ analysts say.
Baca Juga:  PERAN MANAJER DALAM MENGELOLA PERUBAHAN