Browse By

DIGITALISASI DI INDUSTRI RS JERMAN

Pendahuluan

Tren digitalisasi telah masuk ke semua industri, termasuk industri RS dan pelayanan kesehatan. Bagi RS, digitalisasi berpotensi mendukung pelayanan kesehatan menjadi lebih baik dalam hal: penyakit dapat dideteksi lebih awal, proses internal diatur lebih efisien, serta pengeluaran kesehatan berkurang dan pasien dirawat dengan lebih baik. Walaupun digitalisasi RS lebih lambat apabila dibandingkan dengan industri lainnya, namun  tekhnologi tersebut sebenarnya telah lama tersedia. AI, sistem robot, tekhnologi sensor, big data, dan banyak telkhnologi digital lainnya telah banyak dikenal.

Tulisan ini akan mengangkat terkait digitalisasi RS di Jerman. Menurut sebuah tulisan dalam artikel di www.healthcare-in-europe.com, menyebutkan bahwa birokrasi, struktur yang ketinggalan zaman, tanggung jawab yang hilang, dan data yang tidak terstruktur memperlambat digitalisasi RS di Jerman. Berkaitan dengan digitalisasi RS di Jerman, tulisan ini akan mengangkat  2 hal mengacu pada artikel tersebut, yaitu: 1) great need for digital support, & 2) great potential for AI, but only as an assistant.

Great need for digital support

Dua belas dokter menyampaikan pesan yang intinya adalah sbb; ”Beri kami asisten digital yang dapat meringankan dan mendukung kami dalam membuat pekerjaan menjadi lebih baik. Keinginan konkret mereka berkisar pada aliran informasi yang lebih cepat dan lebih terarah dalam evaluasi sampel jaringan, hingga jaringan digital data pasien untuk menghindari gambar sinar-X & MRI yang tidak perlu dan untuk membuat diagnosis yang lebih baik & lebih cepat, hingga dukungan digital dalam organisasi dan kolaborasi tim bedah di ruang gawat darurat. Asisten digital juga memungkinkan ahli bedah mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tugas dokumentasi.

Priv.-Doz. Dominik Pförringer (trauma surgeon at the Munich Klinikum rechts der Isar and Digital Health consultant), menyatakan bahwa sangat penting bagi kami untuk membiarkan para dokter menyampaikan pendapat mereka dan mendengar apa persyaratan khusus dokter untuk digitalisasi. Pförringer menambahkan bahwa kebutuhan tersebut ditunjukkan dengan fakta bahwa kami telah mampu merekrut dokter dari berbagai bidang spesialis, seperti trauma center, ortopedi, bedah, radiologi, neuroradiologi, kedokteran telinga, hidung dan tenggorokan, serta kedokteran umum.

Dr. Dominik Böhler, (partner in the "Entrepreneurship & Tech Education" department at UnternehmerTUM), mengemukakan alasan mengapa digitalisasi begitu sulit di RS Jerman. Menurut beliau, para pemain tidak cukup berjejaring satu sama lain. Di atas segalanya, ada kurangnya pertukaran interdisipliner antara dokter, pengusaha inovatif dan investor. Dr. Dominik Böhler juga bertanggung jawab untuk inisiatif "Kewirausahaan Kesehatan Digital".

Great potential for AI, but only as an assistant

Bagi Andreas Giese (Vice President R&D at the medical technology innovator Brainlab), topik AI dan pembelajaran mesin menawarkan potensi besar. Beliau mengatakan bahwa: untuk meningkatkan potensi, kami harus mengkonsolidasikan data, memperluas infrastruktur telematika dan membuat data tersedia secara anonim untuk industri penelitian. Hal ini juga akan memudahkan untuk start-ups to dock dan mengembangkan solusi baru.

Namun, banyak orang yang mengkawatirkan  bahwa AI akan menggantikan peran dokter. Terkait hal tersebut, Dr. Benedikt Wiestler (the Department of Diagnostic and Interventional Neuroradiology at the Klinikum rechts der Isar), berpendapat bahwa jelas AI tidak dapat menggantikan peran dokter, & itu tidak akan terjadi. Tapi AI dapat mendukung dokter, misalnya dengan mengambil alih tugas rutin dan dengan demikian memberi dokter tambahan waktu untuk menangani tugas yang lebih kompleks. Tetapi AI hanya akan berhasil jika ramah pengguna dan cocok dengan alur kerja dokter. Dr. Joanna Soroka (Strategy Manager of Konica Minolta Inc.'s Digital Workplace R&D Group), juga memiliki pendapat yang jelas tentang AI. Menurut beliau AI adalah kata kunci besar yang layak untuk dicermati. RS Jerman misalnya, dapat belajar banyak ketika melihat pasar AS. Inovasi dapat diterapkan lebih cepat di sana.

comments