Browse By

MENGELOLA ”MEDICAL INVENTORY” SECARA DIGITAL

Pendahuluan

Dukungan aset fisik seperti medical inventory, sangat membantu dokter dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Karena itu, manajemen RS harus mempu mengelola medical inventory seefektif dan seefesien mungkin. Permasalahan pengelolaan  medical inventory secara manual, harus dihilangkan. Karena dapat menyebabkan terganggunya proses layanan kepada pasien. Sudah saatnya bagi RS untuk mulai melakukan transformasi digital melalui sistem inventaris, yang memungkinkan untuk melakukan perampingan aktivitas operasional dalam manajemen aset.

Sangat penting bagi RS dan fasilitas kesehatan lainnya untuk mulai memperhatikan dengan cermat bagaimana aset fisik dikelola, karena setiap inefisiensi di bidang ini dapat menguras anggaran dan membahayakan kualitas layanan. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan tekhnologi digital dalam pengelolaan aset.

Digitizing medical inventory management

Pengelolaan aset dengan tekhnologi digital dapt meningkatkan visibilitas inventaris dan menerapkan informasi terkait stok secara real time. Mengacu pada tulisan dalam sebuah artikel di situs https://thebossmagazine.com, disebutkan terkait cara teknologi dalam membantu mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dalam menjaga aset RS dalam kondisi terbaik.

  1. Visual inspection and predictive maintenance. Kerusakan peralatan medis tidak hanya mahal, tetapi juga berbahaya. Meskipun prosedur standar mengharuskan pemeriksaan wajib setiap perangkat dan komponen oleh spesialis sebelum digunakan, pendekatan ini memakan waktu dan tidak dapat diskalakan. Solusi pemeliharaan peralatan modern berfokus pada prediksi dan pencegahan. Dengan memanfaatkan perangkat lunak yang dikombinasikan dengan analisis AI, sistem ini dapat mempercepat kontrol kualitas dan pemeliharaan perangkat medis, perkakas, dan kemasan obat. Pemeriksaan ini dapat mencakup: a) memeriksa dimensi perangkat, b) memverifikasi keberadaan dan kualitas komponen (tabung, jarum, botol, dll), c) melacak pengenal perangkat unik (UDI), & d) mendeteksi partikel dan kontaminasi permukaan lainnya. Setiap cacat yang terdeteksi di katalog & dilaporkan ke staf RS secara real time, yang memastikan bahwa hanya aset yang aman dan berfungsi penuh yang digunakan untuk merawat pasien.
  2. IoT-driven inventory management. Teknologi IoT digunakan secara luas untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam manajemen gudang di berbagai domain, termasuk pelayanan kesehatan. Pelacak yang terhubung membantu menentukan tingkat stok secara akurat, memfasilitasi check-in dan check-out untuk aset berharga, sambil mengurangi waktu yang harus dihabiskan staf untuk mencari barang. Teknologi RFID khususnya telah menjadi pendorong banyak solusi manajemen aset RS, karena pelacaknya kecil, tahan lama, tidak memerlukan pengisian daya, dan dapat dengan mudah ditemukan di kejauhan. Perangkat RFID saat ini digunakan untuk melacak apa pun mulai dari pompa infus hingga scrub saat barang-barang ini diperiksa, digunakan, dan dikembalikan ke penyimpanan.
  3. Mobile-ready inventory solutions. Smartphones dan tablet telah digunakan di banyak RS untuk membantu dokter dan perawat melacak data pasien dan mengelola beban kerja mereka. Dengan solusi berbasis QR, RFID, dan barcode yang menggantikan manajemen aset manual, perangkat seluler memperoleh fungsi lain dalam ekosistem RS. Aplikasi inventaris khusus memungkinkan staf RS untuk memindai item berlabel dengan kamera ponsel dan segera mendapatkan akses ke informasi yang diperlukan dari database aset bersama. Solusi yang sama dapat digunakan oleh dokter untuk memesan sekumpulan bahan habis pakai dengan memindai kode pada barang yang sudah mereka gunakan.

4. Asset lifecycle management. Solusi untuk manajemen siklus hidup aset medis dapat menggabungkan beberapa teknologi yang disebutkan di atas dengan analitik yang kuat. Sistem yang mencakup semua ini memungkinkan pengguna untuk”memimpin” setiap aset mulai dari pengadaannya hingga pelepasan akhirnya. Selain mendorong penanganan yang benar dan mencegah pencurian, manajemen siklus hidup membantu menegakkan kepatuhan peraturan di setiap tahap penggunaan aset.

comments