Browse By

TANTANGAN KEPEMIMPINAN DI RS

Pendahuluan

RS adalah organisasi yang kompleks. Mengelola RS membutuhkan kemampuan manajerial dan berbagai hal lainnya. Sebagai pengelola, para pemimpin RS juga harus menyeimbangkan antara kepentingan stakeholder, kendala anggaran yang ada, sambil focus memberikan perawatan pasien sebaik mungkin. Karena itu, tulisan ini akan membahas terkait tantangan kepimpinan di RS.

Sepuluh tantangan kepimpinan di RS

Menurut Richard J. Davidson (former president American Hospital Association), pekerjaan CEO RS adalah salah satu yang terberat di Amerika (Basu[1]). Hal ini dikatakan  Davidson kepada National Center for Healthcare Leadership Bulletin dalam sebuah wawancara Desember 2006. Menurut Basu, setidaknya ada 10 tantangan kepimpinan di RS, yaitu;

  • Quality of Care

Signifikansi bagi pasien menjadikan kualitas perawatan menjadi tantangan kepemimpinan yang penting. Davidson menyarankan bahwa RS harus membandingkan kinerja mereka dengan rekan-rekannya. Hal ini dapat membantu CEO RS memberikan layanan kesehatan yang berkualitas.

  • Government Budgets

RS bergantung pada pengeluaran kesehatan pemerintah, termasuk pembayaran Medicare dan Medicaid. Paul Levy, mantan CEO Beth Israel Deaconess Medical Center yang berbasis di Boston, menyarankan dalam sebuah wawancara dengan "Becker's Hospital Review" pada September 2011 bahwa CEO RS tidak boleh merencanakan peningkatan pendapatan terbatas karena hambatan anggaran negara dan federal.

  • Competition

Saran Deedra Hartung, konsultan eksekutif, dalam "Becker's Hospital Review", CEO RS harus bersaing secara efektif dengan RS lain dan pusat perawatan khusus. Para pemimpin juga harus mempersiapkan inisiatif reformasi layanan kesehatan yang dapat mengubah model pengiriman. Misalnya, penerimaan perawatan akut dapat mendukung pusat rawat jalan, layanan rawat jalan dan perawatan di rumah.

  • Aligning Interests

CEO RS harus menemukan cara untuk menyelaraskan minat mereka dengan minat dokter. Menurut Brentwood, konsultan Aegis Health Group yang berbasis di Tennessee, dokter yang berafiliasi adalah sumber pendapatan yang signifikan untuk RS. Oleh karena itu, manajemen senior harus mengelola hubungan ini dengan hati-hati, karena rujukan ke RS pesaing dapat berarti hilangnya pendapatan.

  • Revenue Growth

RS harus terus mencari sumber penggantian premi yang lebih tinggi, sambil mengelola populasi yang tidak diasuransikan dan terus meningkat, serta kendala anggaran dan mempertahankan kualitas layanan. Pemasaran yang ditargetkan untuk menjangkau konsumen dengan profil penggantian yang lebih baik, seperti yang memiliki asuransi swasta atau asuransi berbasis kerja, dapat membantu mendorong pertumbuhan pendapatan.

  • Profit Margins

Meskipun sebagian besar RS adalah organisasi nirlaba, namun ada juga yang memiliki pemegang saham, yang mengharapkan pengembalian investasi mereka. Hal ini berarti bahwa RS tersebut harus mengelola tingkat penerimaan pasien, mematikan layanan yang tidak menguntungkan dan outsourcing fungsi diagnostik klinis.

  • Expertise

RS harus memiliki staf klinis yang berkualifikasi untuk memberikan perawatan pasien dan staf pengawas yang berpengalaman untuk menjaga administrasi RS. Pelatihan, bimbingan, dan keanggotaan dalam organisasi profesional adalah cara untuk memastikan staf yang berkualitas.

  • Morale

Semangat staf penting untuk dikelola dengan baik. Levy percaya bahwa dokter, perawat, staf operasi dan diagnostik sering bekerja dalam pengasingan. Manajemen senior harus melatih pengawas untuk menyelesaikan masalah seperti itu dengan bekerja secara kooperatif melintasi batas fungsional.

  • Stakeholder Relationships

Eksekutif RS harus mengelola hubungan dengan beberapa stakeholder, termasuk pasien, investor, karyawan, serikat pekerja, direktur, tokoh masyarakat dan lembaga pemerintah. Kelayakan dan reputasi keuangan RS bergantung pada manajemen yang efektif dari masing-masing hubungan ini.

  • Consolidation

Perubahan dalam lingkungan pendanaan dan kebutuhan untuk mendorong efisiensi biaya dapat berarti lebih banyak konsolidasi. Ini dapat menyebabkan peningkatan kompleksitas, yang berarti lebih banyak tanggung jawab untuk eksekutif RS.


[1] Chirantan Basu, (tanpa tahun), The top 10 leadership challenges in Hospitals

comments