Browse By

KUNCI DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA ”BARU” DI RS

PENDAHULUAN

Perubahan adalah tetap, dan merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini pasti terjadi dalam setiap kehidupan, tak terkecuali di RS. Satu hal yang harus disiapkan manajemen  adalah bagaimana organisasinya dapat menerima setiap perubahan yang dapat mengarahkan ke arah yang lebih baik. Budaya keterbukaan dan menerima perubahan, harus ditanamkan dalam diri setiap orang di RS. Apalagi perubahan tersebut dapat menyebabkan kinerja mereka menjadi lebih baik.

Menciptakan budaya untuk menerima perubahan di RS, akan sangat terkait dengan perkembangan organisasi ini kedepannya. Melalui budaya yang kondusif untuk berubah, manajemen RS dapat menerapkan berbagai inovasi dalam pelayanan kesehatan yang diberikan. Terkait hal ini, sangat dibutuhkan strategi/langkah kunci manajemen, agar budaya seperti ini dapat tercipta.

 

EMPAT KUNCI DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA BARU DI RS

Ketepatan langkah yang dilakukan manajemen, sangat penting dalam setiap perubahan inovatif di RS. Hal ini sangat terkait dengan mendapatkan lebih banyak dukungan terhadap perubaan yang dilakukan, sehingga dapat meningkatkan perawatan pasien, dan staf akan memiliki perasaan yang lebih positif terhadap perubahan secara keseluruhan. Pada kondisi ini, akan tumbuh sikap yang mendorong terjadinya peningkatan keamanan dan kualitas perawatan RS.

 

Melakukan suatu perubahan di RS (menjalankan prosedur baru, menggunakan tekhnologi baru, dll), tentunya akan menghadapi tantangan. Karena itu, penting bagi manajemen RS untuk menciptakan budaya & lingkungan di mana anggota staf lebih mudah menerima untuk bekerja dengan hal baru (seperti teknologi dan perawatan baru). Menurut White (2015)[1], berikut adalah empat kunci untuk menciptakan budaya semacam ini di RS, yang diadaptasi dari artikel HBR(Harvard Business Review):

1.    Emphasize the importance of innovation and continuous improvement

Pada konteks ini, RS harus mendorong staf klinis untuk melampaui status quo. Promosikan lingkungan, di mana staf klinis anda merasa nyaman mengajukan pertanyaan dan berbagi ide untuk meningkatkan pemberian perawatan.

 

2.    Promote openness to change from the top down

Eksekutif RS memainkan peran kunci dalam membentuk budaya seluruh institusinya. Jika manajemen memprioritaskan dalam menemukan cara baru untuk meningkatkan kualitas perawatan, maka sikap tersebut akan menyebar ke seluruh staf. Penting untuk selalu mengingat filosofi ini saat menyusun anggaran dan melihat bagaimana fasilitas layanan yang ada akan memenuhi tolok ukur kualitas.

 

3.    Seek input from everyone in the planning phase

Sebelum meluncurkan new electronic health records/EHR systems (sistem catatan kesehatan elektronik/EHR baru) atau menerapkan program kepatuhan mencuci tangan yang baru, perlu memperkenalkan ke semua orang di RS yang akan terpengaruh oleh perubahan tersebut. Kemudian, kumpulkan pemikiran mereka sehingga manajemen dapat mengatasi masalah apa pun di awal. Dengan kata lain, memberi informasi kepada anggota staf akan membantu mereka merasa lebih baik tentang perubahan yang akan datang.

 

4.    Start small and measure progress

Yang terbaik adalah menguji setiap perubahan besar pada skala yang lebih kecil terlebih dahulu. Manajemen mungkin ingin membatasi teknologi atau prosedur baru untuk satu bangsal, dan kemudian memperluas ke bagian lain di RS. Langkah ini akan membuat manajemen dapat lebih mudah mengatasi masalah yang timbul dalam proses, tanpa berdampak drastis pada RS secara keseluruhan. Anggota staf "pengadopsi awal" sistem baru, dapat membantu melatih staf lain tentang protokol baru saat perubahan diperkenalkan ke seluruh RS.


[1] Jess White, 2015, 4 strategies to make changes in your hospital

comments