Browse By

PREDIKSI TEKNOLOGI KESEHATAN TAHUN 2023

Pendahuluan

Tekhnologi terus mempengaruhi industri kesehatan. Bahkan, Wolters Kluwer memprediksi bahwa tiga tren teknologi yang siap memberikan dampak terbesar pada tahun 2023, yaitu: memperluas pengaturan klinis, berfokus pada pasien, dan evolusi pengetahuan perawatan kesehatan (www.wolterskluwer.com). Tulisan ini akan mengangkat ketiga hal yang diprediksi oleh Wolters Kluwer terkait tekhnologi Kesehatan di tahun 2023.

Extending the clinical revolution beyond the office

Tren sisi klinis perawatan kesehatan di 2023 akan menandai dalam revolusi klinis. Hal ini dapat dilihat pada tulisan sebelumnya dengan judul ”Prediksi tentang revolusi klinis di tahun 2023

Sculpting a complete patient story through compliance & specialty medicine

Kemajuan dalam memetakan perjalanan pasien secara holistik (melaui kepatuhan data klinis), di prediksi akansemakin baik di tahun 2023. Penjelasan tentang hal ini, dapat dilihat pada tulisan sebelumnya dengan judul ”Prediksi teknologi kesehatan tahun 2023: berfokus pada pasien”.

Adapting clinical knowledge and institutional wisdom

Dampak pandemi yang memberikan tekanan tambahan pada tenaga kerja klinis yang sudah kewalahan, mendorong tim klinis untuk memiliki akses ke informasi berbasis bukti.  Hal ini menjadi sangat penting sehingga memungkinkan setiap organisasi pelayanan kesehatan untuk memiliki staf dalam mendukung perawatan pasien secara memadai Innovation in nursing staffing models and clinical knowledge Salah satu tren yang paling memprihatinkan dalam perawatan kesehatan adalah lonjakan pensiun perawat. Sebuah laporan global dari International Council of Nurses, memperkirakan bahwa kekurangan global tenaga perawat sekitar 13 juta pada tahun 2030. Bahkan sebelum pandemi, 62% perawat AS berusia di atas 54 tahun, sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari karier mereka. Pada tahun 2022, 29% RN yang disurvei di AS menunjukkan keinginan untuk meninggalkan pekerjaan mereka saat ini dalam perawatan pasien langsung, & sebagian besar berencana untuk keluar sepenuhnya dari angkatan kerja. Hal ini akan berdampak pada hilangnya beberapa pekerja klinis dan tim perawat yang paling berpengetahuan. Karena itu, organisasi pelayanan Kesehatan saat ini , dihadapkan pada  tantangan dalam penempatan staf yang tepat dan mendukung perawatan pasien. Organisasi pelayanan kesehatan sangat berhadap pada penyedia dan lembaga akademik untuk meningkatkan kemampuan para perawat/calon perawat (yang saat ini dalam kondisi terbatas), terutama kemampuan dalam menggunakan teknologi canggih. Hal ini dapat dilakukan dengan menjangkau lebih banyak pelajar, mempromosikan kompetensi, dan memantapkan diri mereka sebagai investasi dalam transformasi digital. Apabila teradi maka hal ini akan menjadi model perawatan alternatif dalam mendukung perawatan pasien. Menurut Anne Dabrow Woods, DNP, CRNP, ANP-BC (Chief Nurse of Health Learning, Research and Practice), organisasi tersebut akan menjadi pemenang dalam menghadapi kekurangan staf yang terus-menerus. Mrs. Woods menambahkan bahwa perawat akan terus mencari organisasi perawatan kesehatan berwawasan ke depan yang telah mengadopsi model perawatan inovatif dan pendekatan kepegawaian berbasis kompetensi dalam mengatasi masalah yang masih terjadi pasca pandemi. The nursing workforce will be transformed through virtual training and education Upaya dalam mengimbangi ”brain drain”, sebagian besar penyedia dan institusi akademis perlu menggali lebih dalam terkait transformasi digital, mengakses produk digital baru, dan pendekatan untuk pendidikan profesional. Metaverse misalnya, memiliki aplikasi yang jauh lebih praktis daripada platform media sosial dan game. Julie Stegman (Vice President, Nursing Segment of Health Learning, Research & Practice), melihat potensi besar untuk masa depan teknologi ini. Julie Stegman enambahkan bahwa virtual reality menciptakan kesempatan belajar yang baru dan imersif, sehingga siswa dapat meningkatkan pendidikan klinis mereka dengan mempraktikkan keterampilan, bekerja dalam tim, dan mendapatkan paparan beban kasus yang lebih lengkap dan kompleks & dikelola perawat dalam kehidupan nyata, mempersiapkan perawat baru dengan lebih baik untuk tuntutan dunia nyata. Melalui dukungan virtual dan augmented reality serta interface manusia-perangkat, administrator layanan kesehatan dapat menggunakan metaverse untuk meningkatkan pelatihan dan pendidikan medis.

comments