Browse By

BLUE OCEAN STRATEGY: UPAYA MELOMPATI RINTANGAN SUMBER DAYA

Pendahuluan

Kekurangan sumberdaya akan selalu ditemukan dalam organisasi bisnis. Karena itu, upaya manajemen dalam ”melompati” rintangan sumberdaya menjadi sangat penting. Karena itu, tulisan ini akan membahas hal tersebut, dan tetap mengacu pada buku Renée Mauborgne & W. Chan Kim (2005) berjudul, Blue Ocean Strategy(BOS).

Melompati Rintangan Sumber Daya

Setelah orang-orang dalam suatu organisasi menerima perlunya perubahan strategis dan sudah sepakat mengenai kontur strategi baru, pemimpin pada umumnya kemudian berhadapan dengan realitas pahit bahwa mereka kekurangan sumber daya. Pada titik ini, para CEO reformis pada umumnya melakukan satu dari dua hal berikut. Mereka menurunkan ambisinya dan menurunkan moral tenaga kerjanya, atau mereka berjuang mendapatkan sumber daya lebih dari bankir dan pemegang saham. Hal ini merupakan sebuah proses yang bisa memakan waktu lama dan mengalihkan perhatian dari masalah dasarnya. Pendekatan atau proses seperti ini perlu, tetapi bahwa mendapatkan lebih banyak sumber daya kerap kali merupakan proses panjang yang sarat muatan politis.

Bagaimana Anda membuat sebuah organisasi mengeksekusi perubahan strategis dengan sumber daya yang sedikit? Daripada berfokus untuk mendapatkan lebih banyak sumber daya, para pemimpin tipping point berkonsentrasi pada melipatgandakan nilai dari sumber daya yang mereka miliki. Berkenaan dengan kelangkaan sumber daya, ada tiga faktor pengaruh tak proporsional yang bisa ditingkatkan eksekutif untuk melepaskan sumber daya secara dramatis di satu sisi, dan melipatgandakan nilai sumber daya di sisi lain. Tiga faktor itu dalam BOS dikenal dengan titik panas, titik dingin, dan dagang-sapi.

Titik panas (hot spots) adalah kegiatan-kegiatan yang memiliki input sumber daya rendah, tapi keuntungan kinerja potensial yang tinggi. Sebaliknya, titik dingin (cold spots) adalah kegiatan-kegiatan yang memiliki input sumber daya tinggi, tapi dampak kinerja yang rendah. Dalam setiap organisasi, biasanya banyak terdapat titik panas dan titik dingin. Dagang-sapi (horse trading) adalah mentransaksikan/menukarkan kelebihan sumber daya unit di satu area dengan kelebihan sumber daya unit lain demi mengisi celah sumber daya yang ada. Dengan belajar menggunakan sumber daya yang ada secara tepat, perusahaan kerap mendapati bahwa mereka bisa langsung merobohkan rintangan sumber daya.

Baca Juga:  SETELAH BOS DIJALANKAN, KAPAN INOVASI NILAI DILAKUKAN LAGI?

Tindakan-tindakan apa yang menyita sumber daya terbesar anda, tapi memiliki dampak kinerja yang kecil? Di sisi lain, kegiatan-kegiatan apa yang memiliki dampak kinerja terbesar, tapi anda kekurangan sumber daya untuk melakukannya?. Ketika pertanyaan-pertanyaan dibingkai seperti ini, organisasi dengan cepat mendapatkan pengetahuan mengenai cara melepaskan sumber daya berimbal hasil rendah untuk mengalokasikannya ke area-area yang bisa menghasilkan dampak tinggi. Dengan begini, perusahaan bisa mendapatkan biaya yang lebih rendah sekaligus nilai yang lebih besar.