Browse By

”COST LEADERSHIP STRATEGY” DAN IMPLEMENTASINYA DI RS

Pendahuluan

Perubahan terus terjadi, tak terkecuali di industri RS. Perubahan ini, secara otomatis akan mendorong manajemen RS untuk melakukan berbagai upaya agar tetap survive dan bahkan unggul dalam persaingan. Salah satu bidang yang harus menjadi konsentrasi manajemen saat ini adalah biaya. Karena RS sejak didirikan mempunyai karakteristik padat modal, padat karya, dan padat tekhnologi. Apabila tidak dikelola dengan baik, hal ini akan memicu terjadinya ”biaya tinggi” dan akan berdampak pada kerugian RS.

Salahsatu solusi dalam mengelola biaya di RS adalah dengan menggunakan strategi generik yang tepat. Strategi ini diharapkan menjadi kunci keberhasilan manajemen dalam mengelola biayanya. Strategi cost leadership merupakan salahsatu strategi generik yang bisa digunakan manajemen RS. Karena, dalam lingkungan bisnis kontemporer saat ini, manajemen biaya biasanya digunakan manajemen sebagai alat  untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi bisnis. Sebagian besar RS, sangat cocok menerapkan strategi cost leadership.

Penerapan Strategi Cost Leadership

Secara umum, strategi cost leadership (strategi berbiaya rendah) dapat diartikan sebagai separangkat tindakan yang digunakan suatu RS untuk menghasilkan layanan dengan fitur yang dapat diterima oleh pasien pada biaya terendah dibandingkan dengan layanan pesaingnya. Melalui strategi ini, suatu RS dapat menghasilkan layanan pada biaya yang paling rendah di dalam industrinya. Strategi berbiaya rendah di RS menekankan pada upaya menghasilkan layanan dengan biaya per unit yang lebih rendah, namun tetap menjaga kualitas layanannya.

Strategi biaya rendah tidak hanya membuat RS mampu bertahan terhadap persaingan harga yang terjadi, tetapi juga dapat membuat range antara tarif dengan biaya cukup besar, melalui cara-cara yang agresif dalam efisiensi dan kefektifan biaya. Sumber dari keefektifan biaya ini dapat diperoleh RS antara lain melalui pemanfaatan skala ekonomi, investasi dalam teknologi yang terbaik, sharing biaya dan pengetahuan dalam internal organisasi, optimasi kapasitas, dll. Untuk beberapa layanan tertentu, RS dapat juga menerapkan strategi biaya rendah bersamaan dengan strategi diferensiasi.

RS yang telah mempunyai posisi low-cost mempunayi range yang lebar antara harga & biaya perunit setiap layanannya. Hal ini akan memungkinkan RS tersebut untuk memenangkan persaingan sekalipun terjadi perubahan harga signifikan. Dengan posisi biaya rendah, menerima pasien BPJS pun akan menguntungkan RS. Namun, Untuk dapat menjalankan strategi berbiaya rendah, RS harus mampu memenuhi persyaratan di dua bidang, yaitu: sumber daya dan organisasi. Keunggulan sumber daya dapat berupa: kuat akan modal, trampil pada rekayasa proses, pengawasan yang ketat, serta biaya distribusi dan promosi rendah. Sedangkan keunggulan bidang organisasi mengharuskan RS memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik, insentif berdasarkan target.

Tahapan implementasi strategi biaya di RS

Usaha untuk mencapai level biaya rendah di RS, dilakukan melalui proses yang berkelanjutan. Perlu adanya tahapan proses yang harus dilalui RS dalam mencapai level biaya rendah. Berikut adalah beberapa tahapan yang harus dilakukan RS agar mampu mencapai level biaya rendah dengan kualitas yang bersaing.

  1. Mempunyai sistem informasi biaya yang memadai. Sistem ini diharapkan mampu men-suplai data biaya yang akurat, sehingga keputusan yang diambil manajemen lebih efektif & tidak bias.
  2. Mengidentifikasi biaya di setiap unit layanan. Hal ini penting untuk mengetahui unit mana yang mengkonsumsi biaya terbesar di RS.
  3. Menghasilkan informasi unit cost perlayanan secara berkala. Setelah mengetahui biaya untuk setiap unit layanan, manajemen juga perlu mengetahui unit cost perlayanan untuk memetakan item biaya yang perlu mendapatkan perhatian. Namun, informasi unit cost tersebut harus dihasilkan dari metode terbaik (seperti Ativity Based Cost/ABC), & tidak menggunakan metode konvensional seperti double distributian. Informasi terkait metode perhitungan unit cost dengan ABC, dapat dilihat dalam buku yang berjudul PENERAPAN ABC DALAM MENGHITUNG UNIT COST PERLAYANAN DI RS (lihat informasinya di situs ini).
  4. Melakukan pendekatan manajemen biaya. Berikut adalah beberapa pendekatan manajemen biaya yang dapat digunakan.
  • Menggunakan konsep JIT dalam pengelolaan persediaan (lihat tulisan tentang JIT di artikel lain di situs ini),
  • Mengaplikasi konsep supply chain management (lihat tulisan tentang supply chain management di RS dalam artikel di situs ini),
  • Menggunakan tekhnologi dalam pengelolaan biaya.
  1. Evaluasi berkelanjutan. Agar mencapai tingkat biaya rendah evaluasi berkelanjutan harus terus dilakukan.

comments