Browse By

CARA MANAJEMEN RS DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI LAYANANNYA (Part 2)

Begitu penting efesiensi dalam industri pelayanan kesehatan, membuat hal tersebut menjadi salahsatu kunci keberhasilan. Menurut Nock (2017)[1] ada 3 tiga cara mutakhir manajemen RS dalam meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, yaitu; 1) Invest in Communication Technology, 2) Implement Process Automation Tools, & 3) Use Asset Tracking Software. Berikut adalah lanjutan pembahasan dari artikel CARA MANAJEMEN RS DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI LAYANANNYA (Part 1), terkait lanjutan topik tersebut.

Implement Process Automation Tools

Walaupun perangkat lunak catatan kesehatan elektronik (electronic health record/EHR) telah menghilangkan beberapa proses yang lebih manual di rumah sakit, seperti pengisian formulir kertas dan dokumen pengarsipan, namun masih banyak proses manual lainnya tidak dapat dibantu oleh EHR. Berikut ini adalah beberapa alat otomatisasi proses yang dapat digunakan:

    • Admissions procedures, dengan secara otomatis membuat formulir dan identifikasi khusus pasien seperti gelang,
    • Form completion, dengan menawarkan versi formulir elektronik,
    • Hospital transfers, dengan memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi antar RS,
    • Finances, dengan mengotomatisasi manajemen kontrak dan pemrosesan faktur

Alat otomatisasi proses dapat mengumpulkan data penting yang dapat digunakan untuk memprediksi tren dan mengoptimalkan kinerja staf RS di setiap tingkatan.

Use Asset Tracking Software

Investasi alat medis dilakukan baik oleh RS besar maupun RS kecil. Bahkan RS yang kecil dapat memiliki ribuan peralatan di fasilitasnya, IV poles, pompa pengisian, mesin EKG, dll. Karena itu, mengetahui lokasi dan status yang tepat dari setiap aset sangat penting untuk upaya efisiensi. Kenyataan ini merupakan bukti bahwa RS merupakan industry yang padat modal dan padat tekhnologi.

Menggunakan sistem salinan cetak dan spreadsheet yang diperbarui secara manual menyebabkan staf RS tidak memiliki akses waktu nyata ke data yang mereka butuhkan. Dengan demikian, RS berisiko kelebihan pengadaan. Sebaliknya, suatu aset bisa dalam permintaan tinggi sehingga seringkali tidak tersedia. Hal ini dapat mengganggu alur kerja RS dan membuat tekanan bagi karyawan (dan pasien).

Tanpa perangkat lunak penelusuran aset, staf RS harus menyelesaikan semua hal terkait jumlah inventaris dan pelaporan peralatan secara manual. Namun, penghitungan dan pelaporan inventaris manual bukan hanya tidak efisien, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan. Beberapa salinan dari laporan yang sama juga bisa terjadi, dan hal ini dapat menyebabkan informasi yang saling bertentangan. Kedua situasi ini dapat mengakibatkan manajemen RS menggunakan data yang salah untuk membuat keputusan penting.

Solusi penelusuran aset mengkompilasi semua informasi ini ke dalam satu basis data yang dapat dengan cepat dilihat dan dikelola staf RS. Mereka dapat menemukan peralatan medis, melihat catatan perawatan dan menentukan status setiap aset RS, serta menghilangkan waktu yang terbuang untuk mencari peralatan bergerak. Hal ini penting agar proses dan alur kerja di RS lebih efisien, biaya persediaan berkurang dan pasien mendapatkan perawatan lebih cepat.

[1] Bethany Nock, 2017, 3 Ways Hospital Admins Can Improve Healthcare Efficiency

comments