Browse By

ANALISIS UMUR PIUTANG

Pendahuluan

Piutang merupakan unsur aktiva lancar yang timbul akibat adanya transaksi kredit yang menyebabkan penundaan penerimaan pendapatan. Piutang di RS, umumnya timbul karena adanya klaim kepada pihak ketiga sebagai penjamin atas sebagian atau keseluruhan pembayaran pelayanan kesehatan pasien. Pihak ketiga ini dapat meliputi pihak BPJS, asuransi swasta maupun perusahan.

Upaya Pencegahan Piutang Tak Tertagih

Karena piutang termasuk dalam unsur aktiva lancar, maka kegagalan dalam pengelolaan piutang, dapat menunda adanya kas masuk, yang secara langsung mempengaruhi kelancaran arus kas dan kegiatan operasional RS. Hal ini juga berkaitan langsung dengan siklus pendapatan RS. Piutang yang terkendali, baik dari segi jumlah maupun waktu (lama) piutang akan membantu kelancaran perputaran siklus pendapatan RS.

Ada banyak hal yang yang dapat menyebabkan terjadinya piutang tak tertagih, selain pengendalian yang buruk. Faktor lain yang menyebabkan penolakan klaim dan risiko piutang tak tertagih adalah pengajuan klaim yang melebihi tanggal jatuh tempo, dokumen klaim tidak lengkap, pengajuan klaim tidak memenuhi persyaratan pihak asuransi, klaim yang diajukan tidak diakomodasi pihak asuransi, dan lain-lain. Pengelolaan piutang yang baik diharapkan dapat membuat piutang dibayar penuh, tanpa ada penolakan klaim yang menyebabkan piutang hanya dibayar sebagian, atau bahkan tidak dibayar seluruhnya.

Pengendalian piutang yang baik dapat meliputi perencanaan dan pengendalian umur piutang dalam pengumpulan piutang, dan evaluasi piutang. Pengendalian umur piutang ini digunakan untuk membatasi lama piutang dan penentuan tanggal jatuh temponya. Biasanya hal tersebut terkait dengan analisis umur piutang.

Akuntansi Piutang RS

Terdapat dua metode pencatatan piutang tak tertagih dalam akuntansi, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Dalam metode langsung, pencatatan piutang tak tertagih langsung mengurangi jumlah piutang yang bersangkutan. Sedangkan dalam metode tidak langsung, pencatatan piutang tak tertagih tidak langsung mengurangi piutang yang bersangkutan, namun dicatat sebagai cadangan kerugian piutang, metode ini disebut juga metode cadangan. Nilai maksimal yang menjadi dasar cadangan kerugian piutang, diperoleh berdasarkan proses perhitungan aging schdule (analisis umur piutang).

Perkiraan kerugian piutang biasanya dilakukan melalui analisis umur piutang, dengan cara prosentase perkiraan piutang tak tertagih. Besarnya prosentase ini ditentukan berdasarkan masing-masing kelompok umur piutang (analisis umur piutang) atas tanggal jatuh temponya. Pengelompokan ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu kelompok piutang belum jatuh tempo, kelompok piutang yang sudah jatuh tempo (jatuh tempo 1-30 hari, jatuh tempo 31-60 hari, dst). Secara teknis, perhitungan kerugian piutang tak tertagih dilakukan dengan mengalikan prosentase sesuai kelompok hari piutangnya dengan jumlah piutang keseluruhan.   

Proses jurnal antara metode langsung & metode tidak langsung dalam akuntansi piutang sangat berbeda. Untuk lebih jelas, berikut perbedaan pencatatan kedua metode di atas :

 

comments