Browse By

”HORSE TRADING”, LANGKAH DALAM MELOMPATI RINTANGAN SUMBER DAYA

Pendahuluan

Salahsatu faktor pengaruh tak proporsional yang bisa ditingkatkan eksekutif untuk melepaskan sumber daya secara dramatis, di satu sisi, dan melipatgandakan nilai sumber daya di sisi lain, adalah melakukan horse trading. Horse trading merupakan langkah untuk mentransaksikan/menukarkan kelebihan sumber daya unit anda di satu area dengan kelebihan sumber daya unit lain demi mengisi celah sumber daya yang ada.Tulisan ini akan mengangkat hal tersebut, & tetap mengacu pada buku Renée Mauborgne & W. Chan Kim (2005) berjudul, Blue Ocean Strategy(BOS).

Melakukan Horse trading (Dagang-Sapi)

Selain secara internal memfokuskan ulang sumber-sumber daya yang sudah dimiliki sebuah unit, pemimpin tipping point dengan lihai juga mentransaksikan atau menukarkan sumber daya yang tidak mereka butuhkan dengan sumber daya yang memang mereka butuhkan. Mari kita lihat lagi kasus Bratton. Para direktur organisasi sektor publik paham bahwa ukuran anggaran mereka dan jumlah orang yang mereka kendalikan sering kali diperdebatkan sengit karena sumber daya dalam sektor publik terkenal sangat terbatas. Ini menjadikan para nakhoda organisasi sektor publik tidak bersedia mempromosikan kelebihan sumber daya, apalagi membiarkan sumber daya itu digunakan oleh bagian-bagian lain dari organisasi yang lebih besar karena ini berisiko hilangnya kendali mereka atas sumber-sumber daya tersebut. Salah satu hasilnya adalah seiring waktu, sejumlah organisasi menjadi punya sumber daya yang tidak mereka butuhkan, sementara di sisi lain mereka tidak memiliki sumber daya yang sebenarnya mereka perlukan.

Ketika mengambil alih jabatan kepala New York Transit Police pada 1990, penasihat kebijakan dan konsul jenderal zaman Bratton, Dean Esserman, memainkan peran penting dalam horse trading. Esserman mendapati bahwa unit Transit, yang membutuhkan ruang kantor, menjalankan banyak mobil tidak berplat hingga melebihi kebutuhannya. Divisi Pembebasan Bersyarat dari New York (New York Division of Parole), di sisi lain, kekurangan mobil tapi memiliki ruang kantor yang berlebih. Esserman dan Bratton menawarkan transaksi yang sudah jelas ini, dan dengan penuh suka-cita diterima oleh para petugas pembebasan bersyarat. Di sisi lain, para petugas unit Transportasi/Transit senang karena mereka mendapatkan lantai pertama di sebuah bangunan besar di pusat kota. Perjanjian ini mengangkat kredibilitas Bratton dalam organisasi, sesuatu yang semakin memudahkannya untuk memperkenalkan perubahan yang lebih fundamental. Pada saat yang sama, perjanjian ini membuat ia dipandang sebagai orang yang bisa memecahkan masalah oleh atasan-atasan politiknya.

Bratton secara radikal mengalihkan fokus sumber daya departemen Transit Police untuk mendobrak samudra merah dan mengeksekusi strategi samudra biru. Bratton berhasil melakukan perubahan dramatis dalam alokasi sumber daya.  Sementara tindakan menghilangkan atau mengurangi itu memangkas biaya organisasi, meningkatkan elemen-elemen tertentu atau menciptakan elemen-elemen baru membutuhkan investasi tambahan. Investasi keseluruhan sumber daya kurang lebih tetap. Pada saat yang bersamaan, nilai bagi warga meningkat. Menghilangkan praktik patroli menyeluruh dalam sistem kereta bawah tanah dan menggantikannya dengan strategi patroli terkonsentrasi pada titik-titik panas memungkinkan polisi transportasi memerangi kejahatan di kereta bawah tanah secara lebih efektif dan efisien. Mengurangi keterlibatan petugas dalam memproses penangkapan atau titik dingin dan menciptakan bus penangkapan secara signifikan mendongkrak nilai kesatuan polisi karena ini memungkinkan petugas mengonsentrasikan waktu dan perhatian mereka untuk berpatroli di kereta bawah tanah. Meningkatkan level investasi dalam memerangi kejahatan sehari-hari, ketimbang telah merefokuskan sumber daya polisi kepada kejahatan-kejahatan yang merupakan bahaya konstan bagi kehidupan sehari-hari warga. Melalui langkah-langkah ini, New York Transit Police secara signifikan meningkatkan kinerja petugasnya, yang kini terbebas dari kerepotan kerja administratif dan memiliki tugas yang jelas mengenai jenis kejahatan macam apa yang harus menjadi fokus mereka dan di mana memerangi kejahatan itu.

Apakah anda mengalokasikan sumber daya berdasarkan asumsi-asumsi lama, ataukah anda bersikap kreatif dan mengonsentrasikan sumber daya pada titik-titik panas? Di manakah titik-titik panas anda? Kegiatan-kegiatan apa yang memiliki dampak kinerja terhebat, tapi anda kekurangan sumber daya untuk melakukannya? Di manakah titik-titik dingin anda? Kegiatan-kegiatan apa yang kelebihan sumber daya tapi hanya memiliki dampak kecil terhadap kinerja? Apakah anda memiliki seorang pedagang sapi dan apa yang bisa anda perdagangkan atau tukarkan?

comments